Pertunjukan Drama Musikal MAR sukses digelar di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Kamis malam, 14 Mei 2026. Seperti dilansir dari Suara, pementasan garapan ArtSwara ini menyuguhkan kisah perjuangan Bandung Lautan Api melalui sudut pandang emosional tokoh Mar dan Aryati.
Produksi seni ini menghadirkan suasana revolusi tahun 1946 melalui aransemen musik orkestra dan tata cahaya panggung yang memukau. Antusiasme tinggi datang dari ratusan penonton yang memadati ruang teater, termasuk kehadiran para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia.
Apresiasi penonton berulang kali tersalurkan lewat tepuk tangan meriah di sela-sela adegan emosional. Karakter utama yang dimainkan oleh Gabriel Harvianto dan Galabby berhasil menampilkan chemistry yang kuat dan mendalam sebagai sepasang kekasih di tengah medan perang.
Pertunjukan tahun ini didukung oleh tata panggung ambisius dengan visual proyeksi peristiwa Bandung Lautan Api. Iringan musik jazz big band ala Glenn Miller dari Orkestra ArtSwara di bawah konduktor Ava Victoria semakin memperkuat nuansa romantis sekaligus getir.
Sutradara Maera, Co-Sutradara Rusmedie Agus, dan penulis naskah Titien Wattimena memilih pendekatan intim yang fokus pada memori serta perasaan para tokoh. Pendekatan ini membuat pementasan sejarah tersebut tidak terasa menggurui pembaca.
"Saya begitu bahagia dan terharu dengan respons hangat penonton malam ini," ujar Produser Eksekutif sekaligus sutradara, Maera.
Maera menambahkan bahwa aspek tata panggung dan dinamika pertunjukan dirancang lebih megah daripada produksi tahun lalu. Namun, perubahan adegan tidak banyak dilakukan, kecuali pemberian ruang improvisasi untuk karakter Ambu agar suasana lebih cair.
Pementasan ini juga diramaikan oleh deretan pemain baru seperti Tanta Ginting, Teza Sumendra, Devina Karyasasmita, Putri Indam Kamila, dan Renno Krisna. Kehadiran mereka memberikan warna baru bagi produksi yang pernah memenangkan penghargaan Album Musikal Terbaik di AMI Awards ini.
Tantangan besar juga dirasakan oleh para pemeran pengganti atau understudy, yakni Taufan Purbo dan Dania Najmi. Sebagai pelapis karakter Mar dan Aryati, mereka harus membagi fokus antara peran sendiri dan pendalaman karakter utama.
"Kami mencari motivasi terdalam dari setiap karakter agar bisa menghidupkannya dengan rasa yang tepat," ujar keduanya.
"Melalui kolaborasi bersama Gabriel dan Galabby, kami ingin membawa interpretasi baru yang segar tanpa mengurangi esensi cerita." tutur mereka melanjutkan.
Kehadiran para veteran di kursi penonton menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam acara tersebut. Perwakilan DPP Legiun Veteran Republik Indonesia, Marsda TNI (Purn.) Wresniwiro, memberikan tanggapan positif terhadap nilai emosional dalam pementasan ini.
Menurut Wresniwiro, seni pertunjukan seperti MAR memiliki peran penting agar generasi muda dapat mengapresiasi sejarah kemerdekaan. Proses pemahaman tersebut tidak hanya didapat melalui buku pelajaran, tetapi juga lewat pengalaman seni yang menyentuh perasaan.