Grup musik D'Masiv memperkenalkan logo baru dan mengumumkan identitas baru mereka sebagai band independen di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026). Langkah ini menjawab rumor miring mengenai pembubaran band setelah seluruh unggahan di akun Instagram resmi mereka sempat hilang.
Aksi penghapusan konten media sosial tersebut sempat memicu spekulasi dari para penggemar. Dilansir dari Detikcom, penataan ulang akun Instagram tersebut sebenarnya merupakan bagian dari strategi pengenalan citra baru para personel secara individu kepada publik.
Vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta, memberikan penjelasan mengenai isu miring yang sempat beredar di masyarakat terkait hilangnya unggahan mereka.
"Kan hapus postingan Instagram, terus banyak yang ngebritain katanya, 'Wah, ini mau bubar kali ya band ini ya?' Selalu kayak gitu gosipnya," kata Rian Ekky Pradipta.
Pihak manajemen kemudian menindaklanjuti situasi tersebut dengan membagikan informasi mengenai perkembangan internal band secara bertahap.
"Terus akhirnya kita pelan-pelan teaser-nya satu-satu kita keluarin." kata Rian Ekky Pradipta.
Pengenalan visual masing-masing anggota dilakukan agar perhatian publik tidak hanya tertuju pada sang vokalis utama.
"Dan memang kalau diperhatikan, kenapa yang pertama kita keluarin itu image personel masing-masing, karena selama ini kalau band itu yang dikenal biasanya frontman-nya," ujar Rian Ekky Pradipta.
Selain visual personel, kelompok musik ini juga memperbarui identitas visual mereka melalui penyematan simbol pesawat kertas pada bagian apostrof nama band.
"Jadi namanya pesawat kertas ya. Ini cukup panjang, cukup panjang kita akhirnya bisa membuat atau menentukan ikon atau logo yang baru. Karena buat kita logo itu juga menjadi doa, menjadi satu karakter yang memang bisa mencerminkan sebuah band," tutur Rian Ekky Pradipta.
Pemilihan simbol tersebut didasari oleh filosofi kesederhanaan dan kebebasan untuk bergerak menuju berbagai tempat.
"Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logo D'Masiv, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun," lanjut Rian Ekky Pradipta.
Perubahan ini menandai era baru D'Masiv yang kini resmi berjalan sebagai band independen setelah menyelesaikan kerja sama selama 20 tahun dengan label musik Musica Studios. Sebagai langkah awal di jalur independen, D'Masiv bersiap menembus pasar internasional dengan merilis lagu berbahasa Inggris berjudul On Our Own yang diproduseri oleh Ryan Benyo.