Didiet Maulana Rancang Busana Pernikahan Syifa Hadju Bertema Bridgerton

Didiet Maulana Rancang Busana Pernikahan Syifa Hadju Bertema Bridgerton
Foto: Ilustrasi Didiet Maulana Rancang Busana Pernikahan Syifa Hadju Bertema Bridgerton.

Desainer Didiet Maulana merancang busana pernikahan unik berupa jubah ronce melati untuk Syifa Hadju dalam prosesi siraman yang berlangsung di Raffles Hotel Jakarta pada Minggu (26/4/2026). Karya ini menarik perhatian publik karena memadukan unsur tradisional dengan inspirasi gaya era klasik Eropa.

Penciptaan busana tersebut melewati tahapan pengembangan yang cukup intensif. Dilansir dari Wolipop, lini busana premium Svarna by IKAT Indonesia mengerjakan seluruh rangkaian pakaian tersebut secara khusus untuk momen sakral sang aktris bersama El Rumi.

"Proses riset dan development-nya makan waktu dua minggu. Mulai dari desain sampai selesai," kata Didiet Maulana, Desainer.

Inovasi pada ronce melati yang membungkus terusan biru muda tersebut memicu rasa penasaran netizen. Didiet merespons ketertarikan publik melalui media sosial terkait kemungkinan untuk meniru desain ronce melati yang ia beri hiasan kristal Swarovski tersebut.

"Banyak yang DM aku dan bertanya boleh nggak duplikasi ronce melatinya," ungkap Didiet Maulana, Desainer.

Melalui unggahan di Instagram, pria berusia 45 tahun itu memberikan lampu hijau bagi siapapun yang ingin menggunakan ide serupa. Ia menegaskan bahwa pembagian ide kreatif merupakan hal yang menyenangkan baginya.

"Jawabannya adalah boleh banget!" sambung Didiet Maulana, Desainer.

Inspirasi utama desain ini berasal dari kegemaran pasangan Syifa Hadju dan El Rumi terhadap serial drama sejarah asal Inggris. Didiet mencoba menerjemahkan estetika The Regency Era ke dalam pakem budaya nusantara yang sarat makna.

"Ide baru itu bebas untuk dikreasikan ulang dengan versi tersendiri," kata Didiet Maulana, Desainer.

Selain jubah ronce, Didiet juga menyiapkan kebaya klasik model bahu terbuka yang dipasangkan dengan kain batik tulis motif Wahyu Tumurun. Motif batik tersebut dipilih secara khusus sebagai perlambang doa bagi kedua mempelai.

"Kita mau berbagi (karena) kreativitas itu menjadi berbahagia ketika banyak yang merasakannya," tutup Didiet Maulana, Desainer.

Perancang busana ini menjelaskan lebih detail mengenai proses imajinatif di balik kolaborasi gaya Barat dan Timur tersebut. Ia ingin detail setiap jahitan mampu merepresentasikan perjalanan asmara kliennya.

"Dari cerita itu, aku pun berkelana dan mulai membayangkan bagaimana agar tema Bridgerton tadi bisa berpadu dengan karakter tradisi Indonesia yang sarat akan makna, sekaligus dapat melambangkan kisah cinta mereka lewat keseluruhan busana dan setiap detailnya," tulis Didiet Maulana, Desainer.

Acara pernikahan yang dihadiri oleh Presiden Prabowo dan sejumlah rekan selebriti tersebut menjadi puncak dari presentasi karya busana tradisional yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu.

Artikel terkait

Rekomendasi