Dermot Gallagher Bela Keputusan Kartu Kuning Nick Pope Melawan Arsenal

Dermot Gallagher Bela Keputusan Kartu Kuning Nick Pope Melawan Arsenal
Foto: Ilustrasi Dermot Gallagher Bela Keputusan Kartu Kuning Nick Pope Melawan Arsenal.

Keputusan wasit Samuel Barrott memberikan kartu kuning kepada penjaga gawang Newcastle, Nick Pope, dalam laga melawan Arsenal pada Sabtu (25/4/2026) malam WIB di Stadion Emirates memicu perdebatan sengit meski tuan rumah menang 1-0.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melayangkan protes keras karena menganggap pelanggaran Pope terhadap Viktor Gyokeres di luar kotak penalti pada menit ke-72 merupakan situasi satu lawan satu yang seharusnya berbuah kartu merah, sebagaimana dilansir dari Bola.

"Saya juga harus mengatakan, menurut pendapat saya, itu kartu merah yang jelas. Saya menontonnya 10 kali. Jika Anda pernah bermain sepak bola, itu adalah kartu merah," kata Arteta.

Mantan wasit Liga Inggris, Dermot Gallagher, justru memberikan pembelaan terhadap keputusan pengadil lapangan dengan menyebutkan bahwa arah lari pemain bukan menuju gawang.

"Saya pikir itu kartu kuning. Tidak bergerak ke arah gawang. Tidak bergerak ke arah gawang dan terlalu jauh di sayap," kata Dermot.

Gallagher menilai keberadaan bek Malick Thiaw membuat peluang mencetak gol tidak dalam kondisi yang mutlak bagi penyerang Arsenal.

"Saya rasa ada pemain yang bertugas menutup ruang. Ada begitu banyak variasi berbeda dari apa yang Anda lakukan. Jadi, saya pikir itu mungkin tetapi tidak mudah," ujar Dermot.

Gallagher menambahkan bahwa posisi Gyokeres yang sempat berhenti membuat bola kemungkinan besar akan lebih dulu diamankan oleh Thiaw.

"Lagipula, saya rasa dia tidak akan mendapatkan bola karena dia berhenti. Saya pikir Thiaw yang akan mendapatkan bola, bukan dia," tandasnya.

Pundit asal Inggris, Jay Bothroyd, turut menyuarakan dukungan terhadap keputusan wasit dengan memberikan perspektif berbeda mengenai awal mula kontak fisik terjadi.

"Saya setuju. Ada sudut pandang lain di mana Anda melihat Gyokeres menginjak sepatu bot Pope dan itulah bagaimana dia awalnya terjatuh," kata Bothroyd.

Bothroyd juga menyoroti kecepatan Thiaw dalam mengejar bola sebagai faktor yang menggugurkan syarat pemberian kartu merah bagi pelanggaran tersebut.

"Thiaw ada di sana dan berada di dekat bola untuk berlari mengejar. Ini bukan situasi yang jelas untuk mencetak gol," jelas Bothroyd.

Ia berargumen bahwa penyerang lawan belum tentu bisa mencetak gol seandainya ia berhasil menjangkau bola lebih dulu.

"Jika dia sampai di sana, mungkin saja dia bisa, tapi itulah mengapa saya rasa itu bukan kartu merah," tutur Bothroyd.

Bothroyd menekankan bahwa meskipun Pope melakukan rintangan, dampaknya tidak membuat pemain lawan terjatuh sepenuhnya.

"Thiaw cukup dekat sehingga dia mungkin bisa memberikan tantangan. Dia tidak lambat, dia cukup cepat," sambungnya.

Menurut pandangannya, insiden di Stadion Emirates ini sangat berbeda dengan kejadian pada pekan sebelumnya yang melibatkan pemain Arsenal lainnya.

"Pope telah menghalanginya, tetapi dia belum menjatuhkannya," imbuhnya.

Sebagai perbandingan, Bothroyd menyebut pelanggaran Abdukodir Khusanov terhadap Kai Havertz pada pekan sebelumnya justru jauh lebih layak diganjar pengusiran.

"Situasi dengan Pope dan Gyokeres ini adalah keputusan yang tepat. Yang dilakukan Khusanov pekan lalu jelas kartu merah. Havertz sedang menerobos," tambahnya.

Artikel terkait

Rekomendasi