Denada Ungkap Peran Sahabat Saat Melewati Masa Sulit

Denada Ungkap Peran Sahabat Saat Melewati Masa Sulit
Foto: Ilustrasi Denada Ungkap Peran Sahabat Saat Melewati Masa Sulit.

Penyanyi Denada mengungkapkan perjuangannya untuk bangkit kembali setelah sempat berada di titik terendah akibat tekanan publik di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Sebagaimana dilansir dari Detik Hot, hubungan Denada dengan anaknya, Ressa Rizky Rossano, kini dilaporkan semakin membaik dan erat.

Kondisi emosional Denada sempat mengalami guncangan hebat yang membuatnya terus menangis selama berbulan-bulan. Ia menjelaskan bahwa ajaran dari orang tuanya menjadi landasan dalam menghadapi cobaan tersebut tanpa melayangkan protes kepada Sang Pencipta.

"Aku pada saat kejadian itu ya berbulan-bulan tuh ya aku hampir nggak berhenti nangis. Nangis terus setiap aku sujud gitu berdoa gitu sama Allah gitu ya aku nangis terus. Aku kan diajarin sama Mama gak boleh pernah protes, gak boleh pernah mempertanyakan kepada Allah, 'Kenapa kok begini?' Gak pernah, itu didikan Mama," kata Denada.

Di tengah masa sulit tersebut, Denada memilih fokus untuk mensyukuri kehadiran orang-orang di sekitarnya. Ia merasa mendapatkan banyak kemudahan melalui bantuan rekan-rekannya yang memberikan dukungan moral secara langsung.

"Jadi pada saat aku nangis aku bilang sama Allah aku sampaikan kepada Allah bahwa terima kasih Engkau telah kirimkan pertolongan-pertolongan untuk hamba di masa-masa yang buat hamba jalani itu sulit sekali, berat. Tapi Engkau kirimkan pertolongan-pertolongan untuk meringankan, untuk menolong hamba," ungkap Denada.

Penyanyi yang kini aktif kembali dalam kegiatan zumba ini juga mendoakan agar segala kebaikan sahabatnya menjadi amal ibadah. Ia secara spesifik menyebutkan nama-nama seperti Risna, Karos, J-Flo, Caren, hingga Irfan sebagai sosok yang selalu mendampinginya.

"Dan salah satunya Engkau kirimkan melalui sahabat-sahabat hamba yang mereka datang di sebelah hamba menghibur hamba, memegang tangan hamba, memudahkan urusan hamba dan membantu hamba. Dan aku selalu bilang sama ya Allah jadikan semua kebaikan yang diberikan oleh sahabat-sahabat hamba ini sebagai perhitungan amal ibadah mereka dunia wal akhirat," lanjut Denada.

Ketiadaan orang tua di sampingnya membuat Denada merasa sangat kesepian dalam menghadapi tekanan tersebut. Kehadiran para sahabat dianggap sebagai instrumen kekuatan yang dikirimkan untuk membantunya bertahan melewati masa-masa kelam.

"Gak ada Mama, gak ada Papa itu sendiri gitu rasanya banget. Dan kekuatan itu ditemukan di mana-mana tentunya dari Allah itu udah pasti, tapi kehadiran sahabat-sahabat itu aku suka bilang, 'Duh kalau gak ada ini nih gak ada sahabat-sahabat gak tahu deh gimana kemarin bisa melalui semua,'" tutur Denada.

Dukungan tersebut bahkan mencakup hal-hal mendasar seperti pola makan, di mana Denada sempat kehilangan nafsu makan jika tidak ditemani. Sahabat-sahabatnya bahkan bersedia meluangkan waktu hingga tengah malam untuk sekadar mendengarkan keluh kesahnya.

"Aku sempat sekian lama tuh mau makan itu hanya mau makan kalau ditemenin. Jadi emang mesti ada teman-teman gitu mereka duduk bareng-bareng baru, 'Ayo makan ayo makan,' baru aku mau makan. Kalau gak tuh sampai gak mau makan gitu dan ini mereka-mereka ini yang sampai lewat-lewat jam 12 malam," pungkas Denada.

Artikel terkait

Rekomendasi