Kasus hukum yang menjerat penyanyi asal Amerika Serikat, d4vd, mengungkap fakta mengejutkan mengenai keterlibatan musisi Indonesia dalam karya-karyanya. Sosok tersebut adalah Dan Darmawan, seorang produser yang menjadi kunci di balik sejumlah lagu populer milik sang penyanyi.
Dilansir dari Suara, Dan Darmawan merupakan produser musik yang berbasis di wilayah Jawa Tengah. Ia dikenal kerap memproduksi contoh lagu atau sample track yang dibagikan secara gratis untuk digunakan oleh musisi internasional.
Kontribusi Dan Darmawan terlihat jelas dalam lagu hit berjudul Here with Me. Informasi ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diungkap oleh akun X @MiskinTV_ yang menyebutkan identitas sang produser di balik kesuksesan lagu tersebut.
"Di balik hebohnya berita tentang D4vd yang jadi tersangka pembunuhan, gw ada dikit fakta yang mungkin kamu blm tau. Lagu hitsnya yang berjudu 'Here with Me' ternyata diciptakan oleh orang Indonesia bernama Dan Hermawan," tulis akun x @MiskinTV_.
Meskipun memiliki peran besar dalam industri musik global, Dan Darmawan dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Ia memilih untuk tidak mengekspos identitas aslinya kepada publik secara luas.
Berdasarkan informasi dari rekan sesama musisi, Dan Darmawan diketahui tinggal di kawasan Cilacap dan Purwokerto. Ia memiliki kanal YouTube pribadi dengan nama yang sama untuk memasarkan karya-karyanya secara bebas.
"Ga banyak yang tau siapa Dan Hermawan ini. Cuma gw pernah dapat cerita dari seorang teman yang juga musisi, Dan Hermawan ini tinggal di Cilacap dan Purwokerto. Sosoknya memang tidak mau terlalu dikenal. Dan Hermawan punya akun youtube yang isinya musik2 karyanya yg dia bagikan secara free. Nama channelnya Dan Hermawan," lanjut tulis sosok warganet tersebut.
Selain lagu Here with Me, nama Dan Darmawan juga tercatat masuk dalam tim produksi lagu d4vd lainnya yang berjudul Romantic Homicide. Popularitas lagu-lagu ini kini dibayangi oleh kasus kriminal berat yang menyeret nama David Burke atau d4vd.
David Burke saat ini tengah menghadapi dakwaan serius terkait penemuan jenazah remaja bernama Celeste Rivas Hernandez di Hollywood Hills pada 8 September 2025. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam bagasi mobil Tesla milik sang penyanyi.
Penyelidikan kepolisian mengungkapkan bahwa korban terakhir kali terlihat pada April 2025 di rumah sewaan Burke. Jaksa menduga motif pembunuhan berkaitan dengan upaya Burke menutupi hubungan ilegal demi menjaga keberlangsungan karier musiknya.
Pada April 2026, David Burke resmi ditangkap dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama, tindakan cabul terhadap anak, serta mutilasi jenazah. Dalam persidangan yang digelar 20 April 2026, Burke menyatakan diri tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut.
Pihak jaksa telah mengumpulkan bukti digital sebesar 40 terabyte dari akun iCloud milik Burke. Jika terbukti bersalah dalam persidangan mendatang, penyanyi tersebut terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.