Ajang Common Ground Fight Wadahi Kolaborasi Lintas Komunitas di Jakarta

Ajang Common Ground Fight Wadahi Kolaborasi Lintas Komunitas di Jakarta
Foto: Ilustrasi Ajang Common Ground Fight Wadahi Kolaborasi Lintas Komunitas di Jakarta.

Industri olahraga bela diri atau combat sport di Indonesia semakin bergairah dengan kehadiran ajang baru bernama Common Ground Fight. Dilansir dari Kompas, platform ini dirancang bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan ruang inklusif bagi berbagai kelompok kreatif.

Awalnya, gerakan ini bermula dari inisiatif kecil bertajuk Hantam Bihalal yang diinisiasi oleh Tiger Head Fighting Club. Namun, tingginya antusiasme membuat konsep tersebut bertransformasi menjadi platform yang jauh lebih besar dan terstruktur.

Common Ground Fight membedakan diri dengan menggandeng berbagai lintas komunitas dalam satu arena. Fokus utamanya adalah merayakan ekspresi, solidaritas, serta energi kolektif yang selama ini tersebar di berbagai sudut subkultur perkotaan.

Founder Common Ground Fight, Valdi, menjelaskan bahwa perubahan nama menjadi Common Ground Fight terjadi seiring dengan berkembangnya kolaborasi dalam ekosistem combat sport.

"Kegiatan ini berawal dari Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club. Cuma, karena kami ada kolaborasi event Combat Sport, namanya menjadi Common Ground Fight," kata Valdi.

Proyek ini merupakan hasil sinergi antara beberapa kolektif, yakni Gassskiw, Rumah Bergerak, dan Hantam Keras. Melalui kerja sama ini, arena pertarungan tidak lagi hanya milik atlet profesional, tetapi juga individu dari berbagai latar belakang.

"Common Ground Fight adalah platform combat sport berbasis komunitas yang menyatukan fighter dari berbagai latar belakang berbeda: motor, suporter, street culture, dan independent dalam satu arena," ujar Valdi.

Membangun Ekosistem Jangka Panjang

Ajang ini diproyeksikan tidak hanya menjadi gelaran sekali pakai, melainkan sebuah seri acara yang berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan ruang baru bagi komunitas untuk terus tumbuh dan terkoneksi satu sama lain.

"Dibangun sebagai event series yang berkelanjutan, Commond Ground Fight tidak hanya menjadi panggung. Akan tetapi juga ekosistem yang terus berkembang dengan menghadirkan ruang baru bagi komunitas untuk tumbuh, terkoneksi, dan bergerak bersama," tutur Valdi.

Muhajir, yang juga merupakan Founder Common Ground Fight, menambahkan bahwa pengalaman yang ditawarkan akan menyentuh aspek sensorik yang luas, termasuk integrasi antara seni visual dan musik.

"Fight ini menggabungkan antara musik dan art visual, menjadi sebuah pengalaman yang hidup di mana energi komunitas, energi ekspresi visual, dan suara crowd menjadi satu kesatuan," kata Muhajir.

Bagi publik yang ingin menyaksikan langsung perpaduan energi komunitas ini, Common Ground Fight akan menyelenggarakan acara perdana mereka. Lokasi kegiatan dipilih di Gedung PFN Cawang, Jakarta, pada Minggu, 3 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi