Chelsea dipaksa menyerah dengan skor 1-3 saat menjamu tim papan bawah Nottingham Forest dalam laga pekan ke-35 Liga Inggris 2025-2026 di Stadion Stamford Bridge pada Senin (4/5/2026) malam WIB. Kekalahan ini membuat posisi The Blues semakin terpuruk meski bermain di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan tim tamu dipastikan melalui dua gol Taiwo Awoniyi pada menit ke-2 dan ke-52, serta eksekusi penalti Igor Jesus di menit ke-15. Dilansir dari Bola, Chelsea hanya mampu membalas lewat satu gol salto Joao Pedro saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu menit ke-90+3.
Pundit sepak bola Inggris, Jamie Carragher, menyebut hasil pertandingan ini sebagai sesuatu yang mengejutkan mengingat kualitas pemain yang dimiliki tuan rumah. Ia menyoroti ketimpangan performa antara kedua tim yang bertanding di lapangan.
"Ini mengejutkan dan berasal dari tingkat atas." ujar Carragher dikutip dari Sky Sports.
Mantan pemain Liverpool tersebut menambahkan bahwa terdapat sejumlah pemain bintang di kubu tuan rumah yang gagal menunjukkan taringnya. Penurunan performa ini dianggap drastis dibandingkan pencapaian klub pada musim sebelumnya.
"Ada lima atau enam pemain top di lapangan hari ini dan mereka dikalahkan oleh tim B Nottingham Forest," lanjut Carragher.
Carragher juga menyinggung momen kejayaan klub saat memenangi final Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Paris Saint-Germain (PSG). Menurutnya, kondisi internal tim saat ini terlihat sangat mengkhawatirkan karena hilangnya sinergi di seluruh elemen klub.
"Kurang dari 12 bulan yang lalu, mereka menghancurkan PSG." ucap Carragher.
Ia menilai situasi saat ini menunjukkan adanya keretakan hubungan dalam tubuh tim. Ketidakharmonisan tersebut berdampak langsung pada hasil pertandingan yang terus memburuk di kompetisi domestik.
"Tidak ada hubungan antara para pemain dan staf, para pemain dan para penggemar," jelas Carragher.
Baginya, kehancuran Chelsea merupakan pelajaran penting bagi dunia sepak bola profesional. Carragher menekankan bahwa kesuksesan sebuah klub tidak bisa diraih secara instan hanya dengan menggelontorkan dana besar untuk belanja pemain.
"Dalam beberapa hal, ini adalah hal yang baik karena menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang menghabiskan uang, membeli pemain, dan perputaran pemain yang terus menerus." sambung Carragher.
Komentar pedas tersebut diakhiri dengan penilaian tajam terhadap kondisi psikologis dan organisasi klub saat ini. Carragher melihat tidak ada lagi semangat kebersamaan yang tersisa di dalam skuat.
"Ini tentang menciptakan kebersamaan dan tidak ada apa pun di sana. Mereka terlihat seperti klub sepak bola yang hancur saat ini," tutup Carragher.
Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, menyatakan bahwa kelemahan utama timnya terletak pada antisipasi umpan silang lawan. Ketidaksiapan lini belakang menjadi celah yang terus dimanfaatkan oleh pemain Nottingham Forest sepanjang laga.
"Itu situasi tiga lawan satu di tiang belakang. Kita tahu mereka suka melakukan umpan silang ke tiang belakang, kita tahu pemain nomor 9 suka bergerak ke tiang belakang dan kita seharusnya bisa bertahan lebih baik di momen itu. Benar-benar mengecewakan," kata McFarlane.
McFarlane juga menyoroti kegagalan beberapa peluang emas, termasuk tendangan penalti Cole Palmer yang tidak membuahkan hasil. Faktor ketidakberuntungan dianggap memperburuk situasi setelah tim memulai laga dengan performa yang kurang maksimal.
"Ketika kami berhasil bangkit dan memiliki beberapa momen, Enzo membentur tiang gawang, Cole gagal mengeksekusi penalti, gol offside Joao... ketika Anda memulai pertandingan seburuk itu, Anda membutuhkan momen-momen yang menguntungkan Anda, untuk memberi Anda kesempatan untuk bangkit kembali dalam pertandingan," papar McFarlane.
Kekalahan ini memastikan Chelsea absen dari Liga Champions musim depan setelah tertinggal sepuluh poin dari Aston Villa. Saat ini peluang mereka untuk berkompetisi di tingkat benua hanya tersisa melalui jalur Liga Europa atau Liga Konferensi.