Manajemen Chelsea resmi memberhentikan Liam Rosenior dari posisi manajer klub pada Rabu (22/4/2026) malam WIB menyusul tren negatif tim di kompetisi domestik. Pemecatan juru taktik berusia 41 tahun tersebut memicu rumor kembalinya legenda klub, Frank Lampard, ke Stamford Bridge.
Keputusan drastis ini diambil setelah klub berjuluk London Biru itu menderita lima kekalahan beruntun di Premier League. Selama periode buruk tersebut, lini serang Chelsea yang diperkuat Alejandro Garnacho bahkan tidak mampu mencetak satu gol pun sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Nama Frank Lampard muncul sebagai kandidat kuat pengganti setelah ia sukses membawa tim Championship, Coventry City, mengamankan tiket promosi ke Premier League musim depan. Prestasi tersebut, ditambah sejarah panjangnya bersama Chelsea, membuat manajemen tertarik untuk merekrutnya kembali.
Lampard tercatat pernah dua kali menahkodai Chelsea, yakni pada periode 2019-2021 dan sempat kembali sebagai manajer interim pada 2023. Meski memiliki ikatan emosional yang kuat, mantan gelandang timnas Inggris itu belum pernah mempersembahkan trofi selama masa manajerialnya di London Barat.
Spekulasi kepindahan ini memancing reaksi keras dari pemilik Coventry City, Doug King. Pria berusia 58 tahun tersebut melontarkan kritik terhadap kebiasaan sejumlah klub besar yang terlalu sering melakukan pergantian pelatih dalam durasi singkat.
"Semua orang akan dikaitkan dengan segala hal, ini seperti komedi putar. Agak mengecewakan ada tim-tim yang menunjuk tiga atau empat manajer dalam satu musim," kata King.
King menyatakan ketidaksukaannya terhadap ketidakstabilan manajerial yang dialami klub-klub tertentu dan menegaskan keinginannya untuk mempertahankan stabilitas di internal Coventry City.
"Kami tidak ingin berada dalam posisi tersebut. Itu berarti ada sesuatu yang sedikit melenceng," ujarnya.
Pernyataan King ini muncul di tengah tingginya ekspektasi pendukung Chelsea agar klub segera menunjuk nahkoda baru. Sementara itu, pihak Chelsea belum memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai proses negosiasi dengan calon pengganti Rosenior.