Manajemen Chelsea resmi memberhentikan Liam Rosenior dari kursi pelatih pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat setelah menderita kekalahan telak di kandang Brighton & Hove Albion. Keputusan ini diambil menyusul performa buruk tim yang gagal meraih poin dalam beberapa laga terakhir.
Hasil minor di markas Brighton tersebut menjadi kekalahan kelima secara berturut-turut bagi The Blues di ajang Premier League. Dilansir dari Detik Sport, skuat yang dipimpin Cole Palmer tersebut tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga gagal menyarangkan satu gol pun ke gawang lawan dalam lima pertandingan tersebut.
Rentetan hasil negatif ini membuat posisi Chelsea di klasemen terancam, terutama dalam misi mereka menembus kompetisi Eropa. Juara Piala Dunia Antarklub 2025 tersebut saat ini tertinggal tujuh poin dari zona Liga Champions dengan menyisakan empat laga sisa di musim ini.
Masa kepemimpinan Rosenior di Stamford Bridge berakhir bahkan sebelum genap berjalan selama empat bulan. Selama periode 100 hari jabatannya, tim mencatatkan sejumlah statistik terburuk dalam sejarah klub yang dirangkum oleh BBC.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa ini merupakan pertama kalinya Chelsea kalah dalam lima laga liga beruntun tanpa mencetak gol sejak November 1912. Selain itu, tren lima kekalahan berturut-turut ini menjadi laju terburuk klub di era Premier League sejak tahun 1993.
Data statistik menunjukkan performa Chelsea hanya sedikit lebih baik dari Tottenham yang mengoleksi dua poin dalam sembilan laga terakhir. Chelsea sendiri hanya mampu mengumpulkan lima poin dalam periode yang sama, yang menegaskan kemerosotan performa mereka secara signifikan.
Lini pertahanan juga menjadi sorotan tajam karena klub tercatat selalu kebobolan dalam 12 pertandingan liga terakhir secara beruntun. Masalah taktis lainnya terlihat dari tingginya angka kebobolan melalui situasi sepak pojok yang mencapai 11 gol, menyamai rekor terburuk klub pada musim 1994/95.
Analisis statistik mencatat angka xG atau harapan gol Chelsea pada babak pertama melawan Brighton hanya menyentuh 0,04. Angka ini tercatat sebagai yang terendah jika dibandingkan dengan seluruh babak pertandingan yang dimainkan pada era kepelatihan sebelumnya, Enzo Maresca.