Klub asal Inggris, Chelsea, secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Liam Rosenior pada Rabu (22/5/2026) setelah performa tim dinilai gagal memenuhi target. Keputusan tersebut diambil manajemen menyusul kekalahan dari Brighton pada pekan ke-34 Liga Inggris, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pihak manajemen klub mengeluarkan pernyataan tertulis untuk mengonfirmasi penghentian kerja sama dengan juru taktik berusia 41 tahun tersebut. Penegasan mengenai pemutusan kontrak ini disampaikan melalui rilis resmi organisasi pada hari yang sama.
"Chelsea Football Club hari ini telah memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Liam Rosenior," tulis klub.
Dalam pengumuman tersebut, Chelsea juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan oleh mantan pemain yang baru bertugas sekitar tiga bulan itu. Manajemen mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh Rosenior beserta jajaran staf kepelatihannya selama berada di Stamford Bridge.
"Atas nama seluruh jajaran Chelsea FC, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Liam dan stafnya atas segala upaya yang telah mereka berikan selama bergabung dengan klub," tulis klub.
Meskipun Rosenior baru didatangkan pada Januari 2026 dengan durasi kontrak jangka panjang selama 6,5 tahun, performa lapangan menjadi alasan utama pemecatan. Pihak klub menyatakan bahwa kualitas permainan tim saat ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dewan direksi.
"Keputusan ini tidak diambil dengan mudah oleh Klub, tetapi hasil dan performa terbaru telah berada di bawah standar yang diperlukan, padahal masih banyak yang harus diperjuangkan musim ini," tulis klub.
Manajemen Chelsea menutup pernyataan mereka dengan mendoakan kelanjutan karier sang pelatih setelah resmi meninggalkan London Barat.
"Seluruh jajaran Chelsea FC mendoakan kesuksesan bagi Liam di masa depan," tulis klub.
Berdasarkan laporan, meskipun Rosenior memiliki kontrak jangka panjang, nilai kompensasi pemutusan kerja sama ini hanya sebesar 4 juta poundsterling atau sekitar Rp 93,2 miliar. Angka tersebut jauh lebih kecil dari perkiraan awal sebesar 24 juta poundsterling karena adanya klausul pemutusan khusus dalam kontrak kerja.
Catatan statistik menunjukkan bahwa Rosenior memimpin Chelsea dalam 23 pertandingan di seluruh kompetisi dengan hasil 11 kemenangan, 2 imbang, dan 10 kekalahan. Rasio kekalahan tersebut menempatkan dirinya dalam daftar pelatih dengan catatan kekalahan tercepat di sejarah klub, mendekati rekor Glen Hoddle pada tahun 1993.