Chelsea memastikan diri melaju ke babak final Piala FA 2025-2026 setelah menumbangkan Leeds United dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wembley, London, pada Minggu (26/4/2026) malam WIB. Kemenangan ini menjadi hasil positif perdana bagi The Blues di bawah arahan pelatih caretaker Calum McFarlane.
Gol penentu kemenangan klub asal London Barat tersebut dicatatkan oleh gelandang Enzo Fernandez pada menit ke-23. Pemain asal Argentina itu berhasil mengonversi umpan silang yang dikirimkan oleh Pedro Neto melalui sebuah sundulan terarah ke gawang lawan, sebagaimana dilansir dari Bola.
Manajer interim Chelsea, Calum McFarlane, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Enzo Fernandez yang menjabat sebagai kapten tim dalam laga tersebut. McFarlane menilai fleksibilitas posisi yang dimiliki sang pemain menjadi kunci strategis bagi skema permainan tim saat ini.
"Itu adalah sesuatu yang sangat kami andalkan, itulah mengapa dia sering berganti posisi dalam beberapa tahun terakhir," kata McFarlane.
Pelatih tersebut menjelaskan bahwa kemampuan Enzo dalam menghubungkan lini tengah dan depan memberikan ancaman serius bagi pertahanan lawan. Fernandez diposisikan lebih maju di depan duet gelandang bertahan Moises Caicedo dan Romeo Lavia untuk memaksimalkan daya serangnya.
"Dia pernah bermain lebih dalam, dia pernah bermain sebagai pemain nomor 10, dia pernah berpindah posisi, tetapi saya pikir dia sangat mengancam di dalam kotak penalti sehingga semakin tinggi posisi Anda memainkannya dan dia bisa turun ke bawah dan bergerak ke samping," ujar McFarlane.
Kepuasan McFarlane bertambah karena insting mencetak gol sang gelandang terbukti sangat tajam, terutama dalam pemanfaatan ruang di tiang jauh gawang lawan.
"Tetapi semakin tinggi posisi Anda memainkannya, dia benar-benar dapat menyebabkan masalah bagi lawan di ruang setengah kiri dan menyerang tiang belakang," sambung McFarlane.
McFarlane mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang santai dengan Fernandez di akhir laga mengenai kecenderungan pemain tersebut mencetak gol dari situasi bola silang.
"Saya berkata kepadanya di akhir pertandingan: 'Kamu suka mencetak gol di tiang jauh untukku!' dan dia hanya tertawa," tambah Calum.
Dalam analisis teknisnya, McFarlane memuji kemampuan fisik dan teknik sundulan Fernandez yang dianggap di atas rata-rata bagi seorang pemain tengah.
"Dia melakukannya dengan sangat baik; dia telah melakukannya sepanjang tahun. Itu adalah salah satu atribut terbesarnya, yaitu ketika Anda menyerang dari sisi kanan, pengaturan waktu larinya, kemampuannya untuk mendapatkan jarak dan ketinggian yang baik saat melompat, dan teknik sundulannya sangat bagus," jelas McFarlane.
Selain faktor teknis, kepemimpinan dan semangat juang Fernandez disebut sebagai elemen krusial bagi skuad Chelsea di tengah situasi sulit saat ini.
"Dia seorang pemenang, dia punya banyak bakat, dia punya semangat yang membara," ucap McFarlane.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut menegaskan bahwa kontribusi menyeluruh Fernandez dalam bertahan maupun menyerang membuatnya layak dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan semifinal tersebut.
"Dia sangat penting bagi grup ini dan hal terbaik tentang Enzo adalah dia bisa melakukan segalanya, tetapi ketika keadaan menjadi sulit, Anda melihat semangat juangnya," tambahnya.
Performa militan Fernandez sepanjang laga dianggap mampu memotivasi rekan setimnya untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
"Anda melihat dia memotivasi tim, Anda melihat dia melakukan tekel, Anda melihat dia berjuang untuk setiap bola lepas. Jadi dia luar biasa dan pantas mendapatkan penghargaan pemain terbaik pertandingan," tegas McFarlane.