Manajemen Chelsea dikabarkan berencana melepas pemain sayap asal Argentina, Alejandro Garnacho, pada bursa transfer musim panas mendatang, Jumat (17/4/2026). Langkah ini diambil setelah sang pemain dianggap gagal menunjukkan performa maksimal meski baru satu musim didatangkan ke Stamford Bridge.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport melalui laporan The Sun, masa depan pemain berusia 21 tahun tersebut kini terancam. Chelsea sebelumnya menebus Garnacho dari Manchester United dengan nilai transfer mencapai 40 juta paun, namun kontribusinya belum memenuhi ekspektasi klub.
Garnacho tercatat kesulitan mengamankan posisi reguler di sektor sayap kiri The Blues. Situasi sulit ini terus berlanjut di bawah kepemimpinan manajer Liam Rosenior yang baru menjabat tahun ini, setelah sebelumnya posisi kepelatihan diduduki oleh Enzo Maresca.
Data statistik menunjukkan bahwa Rosenior baru menurunkan Garnacho sebanyak empat kali sebagai starter di kompetisi Liga Inggris dan satu kali di Liga Champions. Pemain muda ini lebih sering menghuni bangku cadangan karena kalah bersaing dengan Pedro Neto yang lebih dipercaya mengisi sisi kiri penyerangan.
Sepanjang musim berjalan, Alejandro Garnacho telah tampil dalam 38 pertandingan di seluruh kompetisi, dengan catatan 21 kali masuk dalam kesebelasan utama. Ia menyumbangkan total 8 gol dan 4 assist, di mana 6 gol di antaranya tercipta pada ajang domestik Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Kondisi Garnacho semakin diperparah dengan sorotan publik terhadap aktivitasnya di luar lapangan hijau. Selain performa yang melempem, ia baru-baru ini melakukan tindakan kontroversial dengan menghapus seluruh unggahan video yang berkaitan dengan Chelsea pada akun TikTok pribadinya.
Spekulasi kepergiannya semakin menguat setelah Garnacho melontarkan pernyataan yang mengisyaratkan adanya penyesalan meninggalkan Manchester United. Padahal, manajer Liam Rosenior sempat memberikan pembelaan secara terbuka terhadap sang pemain pada awal bulan lalu sebelum situasi ini memanas.