Fabio Capello Soroti Dampak Skandal Wasit Terhadap Sepak Bola Italia

Fabio Capello Soroti Dampak Skandal Wasit Terhadap Sepak Bola Italia
Foto: Ilustrasi Fabio Capello Soroti Dampak Skandal Wasit Terhadap Sepak Bola Italia.

Mantan pelatih tim nasional Italia Fabio Capello memberikan peringatan keras terkait munculnya isu skandal wasit yang kembali mengguncang kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A. Masalah ini dinilai akan berdampak sangat serius bagi kredibilitas olahraga di negara tersebut jika dugaan tersebut terbukti benar.

Skandal ini mencuat setelah Gianluca Rocchi, Ketua Komisi Wasit Nasional (CAN), dilaporkan sedang dalam penyelidikan atas dugaan pengaturan pertandingan. Rocchi dituding menyalahgunakan wewenangnya untuk memengaruhi keputusan Video Assistant Referee (VAR) pada laga Udinese melawan Parma, 1 Maret silam, sebagaimana dilansir dari Bola.

Akibat penyelidikan yang sedang berlangsung tersebut, Rocchi telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua CAN. Situasi ini memicu kekhawatiran besar di Italia, mengingat negara tersebut belum pulih sepenuhnya dari kekecewaan akibat gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Fabio Capello, yang pernah menukangi Juventus pada periode 2004-2006, bersikap hati-hati dalam menanggapi kasus ini. Ia menekankan pentingnya menunggu hasil investigasi resmi sebelum memberikan penilaian akhir terhadap Rocchi.

"Saya ingin berhati-hati karena mantan penunjuk wasit itu baru dalam tahap penyelidikan," ujar Capello.

Pelatih legendaris ini berharap tuduhan tersebut tidak terbukti di kemudian hari agar tidak memperburuk kondisi sepak bola nasional. Capello juga menyinggung trauma masa lalu terkait skandal Calciopoli yang sempat merusak integritas liga pada tahun 2006.

"Mari kita tunggu sebelum menarik kesimpulan yang tergesa-gesa, harapan saya tuduhan keterlibatan dalam kecurangan olahraga itu tidak benar," kata Capello.

Pernyataan ini mengacu pada pengalaman pribadinya saat dua gelar juara Serie A milik Juventus harus dicopot akibat keterlibatan klub dalam pengaturan skor masa lalu. Capello menilai munculnya pelanggaran serupa di masa sekarang akan menjadi pukulan telak bagi sistem yang ada.

"Memikirkan adanya pelanggaran baru setelah Calciopoli pada 2006 akan sangat serius," ucap Capello.

Krisis ini terjadi di tengah keterpurukan prestasi Timnas Italia yang absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut. Kegagalan mencapai turnamen pada tahun 2018, 2022, dan 2026 dipandang sebagai kesalahan besar dalam aspek pembinaan olahraga.

"Di tingkat olahraga kami sudah melakukan kesalahan besar hingga tidak lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi berturut-turut," kata Capello.

Ia menambahkan bahwa integritas pengadil lapangan adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Dugaan adanya perilaku tidak jujur di kalangan wasit dianggap sebagai sesuatu yang sangat buruk bagi citra sepak bola.

"Membayangkan adanya perilaku tidak bersih dari kalangan wasit akan sangat buruk," ujar Capello.

Meskipun demikian, Capello tetap meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan bahwa saat ini belum ada pelimpahan kasus ke pengadilan sehingga opini publik tidak boleh menghancurkan seluruh sistem secara prematur.

"Namun, saya menentang untuk memberikan vonis terlalu dini. Pertama-tama, proses hukum bahkan belum dimulai," kata Capello.

Menurutnya, tanggung jawab harus tetap dibatasi pada individu yang bersangkutan dan tidak digeneralisasi sebagai keruntuhan total ekosistem sepak bola Italia. Saat ini proses penyelidikan terhadap dugaan intervensi VAR tersebut masih terus diupayakan oleh pihak berwenang.

"Kita belum sampai pada tahap pelimpahan ke pengadilan untuk satu pun individu, tetapi seolah-olah seluruh sistem sepak bola akan runtuh. Mari kita batasi tanggung jawabnya," ucap Capello.

Artikel terkait

Rekomendasi