Persiapan Persebaya Surabaya menjelang laga bertajuk derbi Jawa Timur melawan Arema FC pada pekan ke-30 Super League 2025-2026 diwarnai kendala operasional. Rombongan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut sempat tertahan di area penjemputan bandara akibat bus yang tak kunjung tiba.
Dilansir dari Bola, tim Persebaya mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 14.20 Wita. Setelah menunggu lebih dari satu jam tanpa kepastian armada penjemput, manajemen akhirnya memutuskan untuk menyewa taksi agar para pemain bisa segera menuju lokasi latihan resmi.
Kabar keterlambatan bus ini sempat memicu kegaduhan di media sosial, dengan banyak pihak mempertanyakan profesionalisme penyelenggara pertandingan. Menanggapi situasi tersebut, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC memberikan klarifikasi terbuka guna meluruskan persepsi publik.
Koordinator Panitia Lokal, Rojak, menjelaskan bahwa sebenarnya armada bus sudah berada di lokasi sejak siang hari. Namun, masalah teknis mendadak muncul pada bus pertama yang telah disiapkan panitia di hotel tujuan.
"Pukul 14.00 Wita bus pertama sudah datang di lokasi hotel. Namun, pada pukul 14.15 Wita diketahui ada masalah pada AC bus yang mati. Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman," tutur Rojak melalui rilis resmi.
Panitia memutuskan mengganti armada demi kenyamanan pemain meskipun berisiko memakan waktu tambahan. Bus pengganti baru tiba di lokasi pada pukul 14.55 Wita, namun sebagian pemain Persebaya sudah berangkat lebih dulu menggunakan transportasi online menuju Bali United Training Center.
Penyesuaian Jadwal Latihan Resmi
Sebagai bentuk tanggung jawab, Panpel Arema FC melakukan negosiasi ulang agar Persebaya tetap mendapatkan slot waktu latihan yang ideal. Hal ini dilakukan karena jadwal awal terganggu oleh kendala transportasi tersebut.
"Jadwal OT mereka diundur menjadi pukul 17.00-18.00 Wita di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 Wita," kata Rojak.
Pemilihan lokasi latihan di luar stadion utama juga telah dikomunikasikan sebelumnya kepada manajer Persebaya, Alex Tualeka, pada Rabu (22/4/2026). Stadion Kapten I Wayan Dipta belum bisa digunakan karena masih dipakai untuk pertandingan antara Bali United vs PSM Makassar.
Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyebutkan bahwa persiapan laga ini memang cukup mendesak karena izin resmi baru keluar pada 22 April 2026. Hal ini membuat panitia hanya memiliki waktu efektif lima hari untuk melakukan perpindahan operasional dari Malang ke Bali.
"Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif."
"Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan," ujar Erwin Hardiyono.