Kekalahan tipis 0-1 dari Manchester City di Stadion Turf Moor pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB resmi mengirim Burnley ke jurang degradasi Liga Inggris musim ini. Dilansir dari Bola, gol tunggal penentu kemenangan tim tamu dicetak oleh Erling Haaland pada menit kelima pertandingan.
Hasil minor tersebut membuat Burnley tertahan dengan perolehan 20 poin dan tidak mungkin mengejar West Ham United di posisi aman ke-17. Dengan sisa empat pertandingan, selisih 13 angka dari West Ham yang mengoleksi 33 poin sudah tidak dapat terlampaui lagi.
Kepastian turun kasta ini menyusul Wolverhampton Wanderers yang sudah lebih dulu dinyatakan terdegradasi dua hari sebelumnya. Bagi Burnley, ini merupakan kali ketiga mereka jatuh dari kasta tertinggi sepak bola Inggris dalam kurun waktu tiga musim terakhir.
Pelatih Burnley, Scott Parker, memberikan tanggapannya mengenai kepastian timnya yang harus mengakhiri perjalanan di kasta tertinggi musim depan.
"Kami mengerti bahwa ada beberapa hal tak terhindarkan yang semakin dekat," ujar Scott Parker, Pelatih Burnley.
Penegasan mengenai kegagalan tim dalam menjaga performa sepanjang musim juga disampaikan oleh Parker yang baru menjabat pada musim panas 2024 tersebut.
"Tirai itu telah turun sekarang, konfirmasinya sudah ada. Kami telah gagal dan sedikit kurang beruntung hari ini," kata Scott Parker, Pelatih Burnley.
Meskipun hasil akhir mengecewakan, Parker tetap memberikan apresiasi terhadap etos kerja para pemainnya yang dinilai telah berjuang keras setiap hari.
"Saya tidak bisa mengkritik tim ini. Tim ini telah memberikan segalanya setiap hari," tutur Scott Parker, Pelatih Burnley.
Ia juga mengakui adanya kekurangan dari segi kualitas permainan yang menyebabkan minimnya perolehan poin tim asuhannya di divisi utama.
"Anda bisa menyalahkan kami di momen-momen tertentu di mana kami kurang berkualitas - dan kami belum mendapatkan cukup poin di divisi ini," tegas Scott Parker, Pelatih Burnley.
Terlepas dari posisi di klasemen, Parker menyatakan tetap menaruh rasa bangga terhadap identitas permainan yang ditunjukkan anak asuhnya pada laga kontra Manchester City.
"Saya pikir penampilan malam ini sedikit mewakili siapa kami sebenarnya. Saya sangat bangga dengan tim ini," ungkap Scott Parker, Pelatih Burnley.
Mantan pelatih Bournemouth tersebut juga menyadari bahwa pernyataannya mungkin akan mendapat respon negatif dari publik mengingat status degradasi tim.
"Saya mungkin akan diejek karena mengatakan itu di dunia tempat kita hidup. Saya jujur, tetapi begitulah kenyataannya," jelas Scott Parker, Pelatih Burnley.
Performa Burnley musim ini tergolong buruk dengan catatan kebobolan 68 gol, yang merupakan jumlah tertinggi di liga. Meski sempat menang tiga kali di awal musim, performa mereka merosot tajam dan hanya mencatatkan satu kemenangan liga sejak Oktober 2025.
Burnley dijadwalkan akan menyelesaikan sisa musim ini dengan menghadapi empat pertandingan terakhir melawan Leeds United, Aston Villa, Arsenal, dan ditutup dengan laga kontra Wolverhampton Wanderers.