Aktris Bunga Zainal memakamkan jenazah ayahnya, Sapuri, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026. Keputusan lokasi pemakaman tersebut diambil pihak keluarga untuk memenuhi wasiat sang ibu yang ingin dimakamkan berdampingan dengan suaminya di masa depan.
Prosesi pemakaman ini berlangsung khidmat dengan kehadiran keluarga besar yang mendampingi almarhum hingga peristirahatan terakhir. Dilansir dari Suara, pemilihan tempat pemakaman ini memiliki alasan emosional bagi pihak keluarga, terutama bagi ibu dari Bunga Zainal.
Bunga Zainal menjelaskan bahwa ibunya telah merencanakan lokasi tersebut jauh-jauh hari agar tetap bersama pasangannya. Keinginan tersebut menjadi dasar utama bagi anak-anak almarhum dalam menentukan lokasi di TPU Tanah Kusir.
"Dulu tuh Mama sudah menyiapkan sendiri kuburannya dan maunya bersebelahan nanti sama Papa" kata Bunga Zainal ditemui usai pemakaman pada Rabu, 6 Mei 2026.
Anak-anak almarhum, termasuk kakak dan adik Bunga, memberikan dukungan penuh terhadap keinginan tersebut. Mereka sepakat bahwa posisi yang paling tepat mendampingi sang ayah adalah ibu mereka.
"Jadi keluarga sih ya nurut saja sama mama, maunya yang paling dekat sama papa kan pastinya mama" tutur Bunga Zainal.
Menurut penuturan Bunga, ibundanya adalah sosok yang setia mendampingi ayahnya selama masa perawatan medis. Almarhum Sapuri yang wafat pada usia 72 tahun tersebut memang disebut ingin selalu dekat dengan istrinya.
"Mama dampingi papa terus. Karena memang papa tuh kayak sampai di akhir hayat, pengennya dekat Mama" kata Bunga Zainal.
Sebelum ayahnya mengembuskan napas terakhir, sang ibu memastikan bahwa seluruh anak-anaknya telah hadir berkumpul. Momen tersebut menjadi syarat bagi keikhlasan sang ayah untuk berpulang dengan tenang.
"Mama sudah sebutin, 'Oh anaknya dari pertama sampai terakhir nggak ada yang tersisa sudah kumpul'" ucap aktris 39 tahun ini.
Bunga Zainal menambahkan bahwa ayahnya meninggal dunia tepat setelah mendapatkan kepastian bahwa seluruh keluarga telah berkumpul dan mengikhlaskan kepergiannya.
"Indah banget meninggalnya Papa tuh benar-benar langsung begitu disebutin anak terakhir, kumpul dan ikhlas, Papa langsung pergi" kata Bunga Zainal.