Influencer Braden Peters, yang populer dengan nama Clavicular, menghadapi gugatan hukum atas dugaan tindakan pelecehan seksual, kekerasan, hingga penyuntikan zat ke wajah seorang remaja tanpa izin resmi. Gugatan tersebut dilayangkan oleh Aleksandra Vasilevna Mendoza, atau dikenal sebagai Alorah Ziva, ke pengadilan pada 29 April 2026.
Dilansir dari Wolipop, Mendoza menuntut ganti rugi minimal sebesar US$ 50 ribu atau setara Rp 800 juta akibat kerugian fisik dan profesional yang dialaminya. Hubungan keduanya bermula pada tahun 2025 saat Mendoza masih berusia 17 tahun dan diajak untuk berkolaborasi dalam konten bertema 'looksmaxxing' versi wanita.
Istilah looksmaxxing merupakan konsep yang dipopulerkan oleh Peters untuk memaksimalkan penampilan fisik melalui berbagai metode. Dalam dokumen pengadilan, Mendoza mengaku pernah mengunjungi properti di Cape Cod, di mana ia mengklaim disediakan alkohol hingga mabuk sebelum dipaksa melakukan aktivitas seksual tanpa persetujuan.
Mendoza juga mengungkapkan insiden medis ilegal saat mengikuti sesi livestream bersama Peters di Miami. Ia menuduh wajahnya disuntik zat penghancur lemak bernama Aqualyx oleh Peters tanpa adanya prosedur medis resmi ataupun persetujuan yang jelas dari dirinya.
Selain masalah fisik, Peters diduga memberikan pernyataan yang mengintimidasi bahwa zat yang disuntikkan tersebut kemungkinan mengandung methamphetamine. Tindakan ini berdampak pada karier profesional Mendoza, termasuk hilangnya sejumlah kontrak kerja sama dengan sponsor serta penggunaan identitasnya tanpa izin untuk konten daring.
Pihak tergugat melalui tim hukumnya telah memberikan pernyataan resmi untuk menepis seluruh poin tuntutan yang diajukan oleh Mendoza. Pengacara Peters menyatakan bahwa kliennya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku untuk membuktikan ketidakbersalahan dalam kasus tersebut.
"Tuduhan ini belum terbukti dan akan kami hadapi melalui proses hukum yang semestinya," kata pihak kuasa hukum Peters.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap awal proses hukum di pengadilan. Peters yang dikenal luas sebagai penganjur tren rahang tegas dan estetika wajah tertentu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.