Persib Bandung harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Arema FC pada laga pekan ke-29 Super League 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 April 2026 tersebut menyisakan catatan kritis bagi tim tuan rumah.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan sorotan tajam terhadap dua aspek utama setelah timnya gagal mengamankan kemenangan. Dilansir dari Bola, Hodak menilai performa anak asuhnya secara umum sudah berada di jalur yang benar, namun terkendala efektivitas di depan gawang lawan.
"Saya rasa tidak ada yang buruk kecuali penyelesaian akhir," ujar Bojan Hodak.
Juru taktik asal Kroasia tersebut memandang Pangeran Biru telah tampil impresif dan memegang kendali permainan sepenuhnya. Namun, banyaknya peluang yang didapatkan tidak mampu dikonversi menjadi gol kemenangan bagi publik Bandung.
"Semuanya baik-baik saja karena kami bermain bagus," ujarnya.
"Kami menciptakan peluang. Bukan berarti kami tidak menciptakan peluang, mereka (Arema FC) tidak menciptakan peluang."
"Jadi itu berarti kami mendominasi sepenuhnya."
Berdasarkan data statistik laga, Persib tercatat melepaskan total 28 tembakan ke arah gawang Singo Edan. Hal ini menunjukkan dominasi serangan yang sangat masif, meski skor akhir tetap menunjukkan angka kacamata.
"Jika dilihat secara statistik, kami memiliki 28 tembakan ke gawang."
"Apa yang mungkin kalian katakan setelah pertandingan adalah pertandingan yang sangat timpang."
"Tetapi kalian berpikir bahwa kami tidak mencetak gol, peluang yang kami miliki tidak kami manfaatkan," imbuhnya.
Selain persoalan teknis penyelesaian akhir, Bojan Hodak juga menyuarakan keluhannya terkait kualitas infrastruktur lapangan. Menurutnya, kondisi rumput Stadion GBLA yang buruk sangat menghambat aliran bola dan kontrol para pemainnya di lapangan hijau.
"Dan banyak hal juga cukup sulit bagi kami, lapangan benar-benar buruk," ujar Bojan Hodak.
"Terkadang terlihat lucu bahwa pemain tidak dapat mengontrol bola, ini karena kondisi lapangan," terang Hodak.
Dominasi Maung Bandung di Stadion GBLA
Secara keseluruhan, Persib sebenarnya menunjukkan performa yang sangat dominan sejak menit awal dimulainya laga. Tim tuan rumah tercatat menguasai jalannya pertandingan dengan persentase penguasaan bola mencapai 65 persen, jauh mengungguli Arema FC yang hanya mencatatkan 35 persen.
Meski unggul jauh dari segi peluang dan statistik serangan, setiap upaya yang dibangun oleh lini depan Persib selalu mampu dipatahkan oleh barisan pertahanan lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.
Kiper Arema FC Menjadi Pahlawan
Faktor lain yang membuat Persib gagal meraih poin penuh adalah kegemilangan Lucas Frigeri di bawah mistar gawang Arema FC. Kiper asal Brasil tersebut melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang membuat gawang tim tamu tetap perawan sepanjang laga.
"Pemain terbaik pertandingan adalah kiper mereka."
"Dia menyelamatkan semuanya hari ini."
Hodak berharap anak asuhnya bisa segera berbenah dan tampil lebih klinis pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia menginginkan para pemain lebih efektif dalam memaksimalkan sekecil apapun peluang yang didapatkan di kotak penalti lawan.
"Saya berharap ketika kami memiliki beberapa peluang, kami dapat mencetak gol."
"Tetapi terkadang situasi seperti kondisi lapangan membuat sulit untuk menyelesaikan peluang," imbuhnya.