Film sekuel The Devil Wears Prada 2 menghadapi gelombang protes dan seruan boikot di sejumlah negara Asia setelah resmi dirilis secara global pada Jumat (1/5/2026). Penonton mengkritik penggambaran karakter asisten asal Asia bernama Jin Chao yang dinilai memperkuat stereotip rasis terhadap etnis tersebut.
Kritik tajam bermula dari klip promosi berdurasi 38 detik yang menunjukkan Jin Chao, diperankan oleh Helen J. Shen, tampil gugup di hadapan Andy Sachs. Dilansir dari Wolipop, video tersebut telah disaksikan lebih dari 25 juta kali dan memicu perdebatan luas di China, Jepang, Korea Selatan, hingga Hong Kong.
Publik menyoroti pemilihan nama Jin Chao yang dianggap memiliki kemiripan fonetik dengan ejekan rasis terhadap orang Asia. Selain itu, gaya busana karakter tersebut yang kontras dengan lingkungan majalah fashion mewah turut menjadi sasaran kecaman netizen di media sosial X.
"Promosi The Devil Wears Prada 2 sejauh ini sangat bagus, tapi menjelang rilis mereka justru menampilkan rasisme anti-Asia secara terang-terangan." tulis seorang pengguna X asal Jepang.
Unggahan yang telah dilihat lebih dari 16 juta kali tersebut mencerminkan kekecewaan penonton terhadap keputusan kreatif rumah produksi. Kritik serupa juga disuarakan oleh netizen dari wilayah Asia Selatan yang mempertanyakan relevansi konten tersebut di masa sekarang.
"Ini sudah tahun 2026... apa yang membuat mereka berpikir bahwa rasisme seperti ini akan dianggap lucu?" tulis pengguna lain di Asia Selatan.
Narasi dalam film tersebut dianggap merendahkan citra masyarakat Asia yang bekerja di industri profesional. Seorang netizen menilai penggambaran tersebut sangat melenceng dari realitas sosial di pusat mode dunia.
"Cara mereka menggambarkan orang Asia sangat stereotipikal dan menjijikkan," tulis pengguna lain.
Netizen lain yang pernah menetap di New York turut membandingkan karakter Jin Chao dengan fakta di lapangan. Ia menyebutkan bahwa anak muda Asia saat ini justru dikenal tampil modis dan bekerja secara profesional di berbagai bidang.
"Saya sempat tinggal di New York sampai baru-baru ini, dan sekarang jarang menemukan anak muda Asia yang seperti itu. Semua bekerja keras, tampil rapi dan stylish. Ini justru membuat saya kehilangan minat untuk menonton," tulis seorang pengguna.
Pihak Disney dan 20th Century Studios selaku produser film tersebut belum memberikan tanggapan resmi mengenai tudingan rasisme yang berkembang. Hingga saat ini, perwakilan dari aktris Helen J. Shen juga belum merilis pernyataan terkait kontroversi peran yang dimainkannya.