Aksi boikot terhadap perhelatan Met Gala 2026 mencuat di New York City Amerika Serikat setelah pendiri Amazon Jeff Bezos bersama istrinya Lauren Sanchez Bezos diketahui menjadi pendana utama acara tersebut. Gelombang kritik ini muncul menjelang perhelatan akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Senin 4 Mei 2026.
Sejumlah poster bernada protes dipasang oleh aktivis gerilya di berbagai titik dekat Metropolitan Museum of Art (The MET) sebagai lokasi acara. Berdasarkan laporan Wolipop poster tersebut memuat pesan penolakan yang mengaitkan pendanaan acara dengan isu eksploitasi pekerja dan kebijakan deportasi.
Pihak museum sebelumnya mengonfirmasi bahwa Bezos menyumbang sekitar US$ 10 juta atau setara Rp 175 miliar untuk Costume Institute. Dukungan finansial ini menjadikan miliarder teknologi tersebut sebagai sponsor utama bersama Cond├® Nast dan rumah mode Saint Laurent.
Kelompok aktivis asal Inggris bernama Everyone Hates Elon berada di balik aksi pemasangan poster tersebut. Kelompok yang mengusung sikap anti-miliarder ini dilaporkan telah mengumpulkan dana kampanye sebesar US$ 13.000 atau sekitar Rp 225 juta untuk menyuarakan protes mereka.
Direktur editorial global Vogue Anna Wintour memberikan tanggapan terkait kontroversi keterlibatan keluarga Bezos dalam ajang yang telah ia organisir sejak 1995 tersebut. Wintour memberikan pembelaan terhadap kontribusi Lauren Sanchez Bezos bagi museum.
"Kami sangat berterima kasih atas kemurahan hatinya. Ia mencintai kostum dan mode, jadi kami senang ia menjadi bagian dari acara ini," ujar Anna Wintour, Direktur Editorial Global Vogue.
Pernyataan tersebut disampaikan Wintour untuk meredam kritik publik yang menilai keterlibatan Bezos sebagai upaya membeli pengaruh. Penggunaan sponsor dari individu miliarder ini juga dianggap memecahkan tradisi lama yang biasanya didominasi oleh rumah mode ternama.
Kurator Costume Institute Andrew Bolton menjelaskan bahwa Met Gala tahun ini merupakan pembuka pameran bertajuk Costume Art. Pameran ini dirancang untuk mengeksplorasi peran tubuh yang mengenakan busana sebagai elemen penting dalam koleksi museum.
"Kami sangat berterima kasih atas kemurahan hatinya. Ia mencintai kostum dan mode, jadi kami senang ia menjadi bagian dari acara ini," ujar Andrew Bolton, Kurator Costume Institute.
Acara ini akan diramaikan oleh sejumlah selebriti papan atas yang bertindak sebagai co-chair seperti Beyonce, Nicole Kidman, dan Venus Williams. Nama-nama populer lain seperti Sabrina Carpenter dan Sam Smith juga dipastikan masuk dalam jajaran komite tuan rumah.