Sutradara Antoine Fuqua dan produser Graham King melakukan syuting ulang film biopik Michael untuk merombak narasi terkait masalah hukum masa lalu sang bintang pada April 2026. Langkah ini diambil guna menghindari tuntutan hukum dari pihak keluarga Jordan Chandler terkait perjanjian damai tahun 1994.
Dilansir dari Detikcom, proses pengerjaan ulang yang berlangsung selama 22 hari tersebut menelan biaya tambahan mencapai USD 15 juta atau sekitar Rp 238 miliar. Anggaran tambahan ini kabarnya ditanggung langsung oleh keluarga Jackson, bukan oleh studio produksi Lionsgate atau Universal.
Perubahan besar terjadi pada struktur cerita yang awalnya direncanakan mencakup kehidupan Jackson hingga tahun 2009. Kini, alur cerita dilaporkan akan berakhir lebih awal pada masa puncak tur album Bad di akhir dekade 1980-an guna memfokuskan narasi pada sisi prestasi seni.
Keputusan penghapusan adegan krusial, termasuk penggerebekan di Neverland Ranch pada 1993, didasari oleh adanya batasan hukum yang ketat dalam perjanjian masa lalu. Seorang sumber internal menjelaskan risiko hukum yang membayangi jika tetap memasukkan detail tersebut.
"Mereka menyadari bahwa jika mereka memasukkan bagian itu, mereka akan menghadapi tuntutan hukum yang tidak akan pernah berakhir. Itu adalah mimpi buruk hukum yang ingin dihindari oleh semua orang," kata seorang sumber kepada The Hollywood Reporter.
Selain kendala hukum, perombakan naskah juga mengubah sudut pandang cerita terhadap tuduhan yang pernah dihadapi sang megabintang. Laporan tersebut memaparkan pertimbangan produser dalam menentukan titik akhir perjalanan hidup Michael dalam film ini.
"Daripada mencoba menyeimbangkan antara kejeniusan seni dan tuduhan kriminal yang rumit, produser memilih untuk mengakhiri cerita saat Michael masih berada di puncak dunia, sebelum skandal besar itu merusak citranya secara permanen," sebut laporan tersebut.
Meskipun terjadi perombakan narasi yang signifikan dan penambahan biaya produksi, pihak Lionsgate tetap memberikan dukungan penuh terhadap progres proyek ini. Studio memastikan bahwa penambahan jadwal syuting bertujuan untuk menjaga standar kualitas karya tersebut.
"Kami sangat bangga dengan kemajuan film ini. Seperti halnya produksi film besar lainnya, syuting tambahan dilakukan untuk memastikan kualitas terbaik bagi para penggemar di seluruh dunia," ujar pihak Lionsgate.
Film biopik Michael yang dibintangi oleh Jaafar Jackson ini tetap dijadwalkan tayang di bioskop secara global pada April 2025 mendatang.