Pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Jakarta 2026 kembali menyapa para pecinta literasi dengan skala yang lebih besar di ICE BSD City. Acara yang dilansir dari Suara ini resmi dibuka tepat pada pukul 00.00 WIB tanggal 29 April 2026 dan akan berlangsung hingga 3 Mei 2026.
Perhelatan tahun ini menandai satu dekade kehadiran BBW di Indonesia dengan mengusung format operasional 24 jam tanpa jeda. Pengunjung diberikan fleksibilitas penuh untuk datang dan berburu koleksi buku favorit mereka kapan saja, termasuk pada waktu dini hari.
Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menjelaskan bahwa kembalinya konsep 24 jam ini merupakan bagian dari perayaan sepuluh tahun perjalanan mereka. Langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat dalam menikmati pengalaman berbelanja buku.
Marthius mengungkapkan bahwa antusiasme yang sangat tinggi pada tahun-tahun sebelumnya menjadi alasan utama perluasan format acara menjadi lima hari penuh tanpa henti. Konsep ini sekaligus menghidupkan kembali memori saat BBW pertama kali menginjakkan kaki di tanah air pada tahun 2016.
"BBW Jakarta 2026 bukan sekadar bazar buku. Ini adalah perayaan 10 tahun perjalanan kami di Indonesia. Kami kembali ke konsep 24 jam karena kami ingin menghadirkan pengalaman berburu buku yang lebih bebas, lebih nyaman, dan bisa dinikmati kapan saja oleh masyarakat," ujar Marthius.
Jutaan buku internasional dari beragam kategori telah disiapkan, mencakup buku anak-anak, fiksi, nonfiksi, hingga literatur pengembangan diri. Koleksi tersebut ditawarkan dengan potongan harga fantastis yang mencapai 90 persen guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Promo Menarik dan Akses Literasi Luas
Sekitar 70 persen dari total koleksi yang tersedia didominasi oleh kategori buku anak, sementara sisanya diisi oleh genre fiksi dan nonfiksi. Penyelenggara juga menghadirkan berbagai program tambahan seperti Late Night Flash Sale dan promo belanja khusus tengah malam.
Guna mendorong minat baca secara masif, pihak penyelenggara membagikan 1.000 buku gratis setiap hari bagi seribu pengunjung pertama. Selain itu, terdapat hadiah menarik lainnya mulai dari emas, tiket perjalanan, hingga mobil listrik bagi pengunjung yang beruntung.
"Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, kami justru ingin menghadirkan harga yang lebih terjangkau dan akses buku yang lebih luas," kata Marthius.
Kolaborasi Penerbit Internasional
Pameran ini melibatkan kerja sama dengan lebih dari 150 penerbit internasional yang berasal dari wilayah Eropa, Amerika, dan Australia. Selain koleksi luar negeri, BBW juga berkolaborasi dengan penerbit lokal melalui sistem kurasi khusus untuk memperkaya pilihan bacaan.
Marthius mencatat bahwa antrean pengunjung bahkan sudah terlihat sejak pembukaan di tengah malam. Hal ini menurutnya menjadi bukti nyata bahwa semangat membaca masyarakat tetap tinggi tanpa mengenal batasan waktu operasional.
"Antusiasmenya di luar ekspektasi. Banyak pengunjung datang tengah malam, dan itu membuktikan bahwa membaca tidak mengenal waktu," tambahnya.
Jakarta tetap menjadi fokus utama karena posisinya sebagai pusat pergerakan literasi nasional. Melalui BBW Jakarta 2026, diharapkan distribusi buku internasional dengan harga terjangkau dapat semakin mudah diakses oleh lebih banyak orang di Indonesia.
"Di Indonesia, distribusi buku masih terbatas. Karena itu kami ingin menghadirkan buku internasional dengan harga lebih terjangkau, agar lebih banyak orang bisa mengaksesnya," ujarnya.