Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG) dipastikan membawa modal kurang maksimal saat akan bertemu pada leg kedua semifinal Liga Champions UEFA. Kedua raksasa Eropa tersebut gagal memetik poin penuh dalam lanjutan kompetisi liga domestik masing-masing pada akhir pekan kemarin.
Hasil imbang yang diraih kedua tim membuat atmosfer laga penentuan menuju babak final diprediksi akan semakin sengit. Dilansir dari Detik Sport, saat ini PSG masih memegang keunggulan tipis secara agregat dengan skor sementara 5-4 atas Bayern Munich.
Dalam pertandingan di kompetisi nasional, PSG harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Lorient di Ligue 1. Di sisi lain, Bayern Munich juga ditahan imbang oleh FC Heidenheim dengan skor 3-3 dalam drama enam gol di Bundesliga.
Pelatih PSG, Luis Enrique, memutuskan untuk melakukan rotasi besar-besaran pada susunan pemain intinya demi menjaga kebugaran jelang laga krusial di kancah Eropa. Strategi ini membuat tim asal Paris tersebut sempat tampil goyah meskipun sempat dua kali memimpin kedudukan atas Lorient.
Gol bagi Les Parisiens dihasilkan melalui aksi Ibrahim Mbaye dan Warren Zaïre-Emery. Namun, determinasi Lorient membuahkan hasil melalui gol balasan yang dicetak oleh Pablo Pagis serta Aiyegun Tosin yang memaksa skor kembali imbang.
Ketegangan sempat memuncak saat PSG mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time. Harapan untuk meraih kemenangan sirna setelah wasit menganulir keputusan penalti tersebut usai melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), dan laga berakhir tanpa pemenang.
Bayern Munich Bangkit Lewat Gol Dramatis
Langkah serupa juga diambil oleh pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, yang memilih mencadangkan sejumlah pilar utama. Nama-nama besar seperti Harry Kane dan Joshua Kimmich tidak masuk dalam starting line-up demi fokus pada laga kontra PSG.
Bayern sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu dari Heidenheim akibat gol yang dilesakkan oleh Budu Zivzivadze dan Eren Dinkçi. Leon Goretzka kemudian tampil sebagai motor kebangkitan dengan mencetak dua gol untuk menyamakan kedudukan.
Meski Heidenheim sempat kembali unggul, Michael Olise muncul sebagai penyelamat Bayern melalui gol yang dicetaknya pada menit-menit akhir masa injury time. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor sama kuat 2-2.
"Anda bisa melihat semua pemain sangat bersemangat. Kami menantikan laga itu dan ingin mencapai final," kata Goretzka kepada DAZN.
Skenario Perebutan Tiket Final
Komentar Goretzka tersebut sekaligus memberikan penegasan bahwa Bayern Munich memang sengaja menyimpan tenaga demi menghadapi Paris Saint-Germain. Dengan agregat yang sangat tipis, laga di Munich nanti akan menjadi pembuktian bagi kedua tim.
Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Mei 2026, dini hari pukul 02.00 WIB. Bayern Munich bertindak sebagai tuan rumah dan memikul beban wajib menang jika ingin membalikkan keadaan dan melangkah ke partai puncak.
Sementara itu, tugas PSG tergolong sedikit lebih ringan karena hanya memerlukan hasil imbang untuk mengunci tiket final. Namun, kondisi pertahanan kedua tim yang terlihat goyah di liga domestik dipastikan akan menambah tekanan dalam duel hidup mati ini.