FC Bayern Munchen Jamu 1. FC Koln pada Laga Pamungkas Bundesliga

FC Bayern Munchen Jamu 1. FC Koln pada Laga Pamungkas Bundesliga
Foto: Ilustrasi FC Bayern Munchen Jamu 1. FC Koln pada Laga Pamungkas Bundesliga.

FC Bayern Munchen dijadwalkan menjamu 1. FC Koln di Allianz Arena pada pekan ke-34 atau laga terakhir Bundesliga musim 2025/2026 yang berlangsung Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 15.30 waktu setempat.

Pertandingan ini menjadi momen bagi FC Bayern selaku juara bertahan untuk menerima trofi sekaligus menyempurnakan musim historis mereka di bawah asuhan Vincent Kompany.

Dilansir dari media sport1.de, tim tuan rumah saat ini mengoleksi 86 poin dari 33 laga dan berpeluang mencatatkan musim terbaik ketiga sepanjang sejarah klub dengan hanya menelan satu kekalahan.

Selain itu, FC Bayern telah memecahkan rekor gol liga dengan mencetak 117 gol sepanjang musim ini, melampaui catatan lama mereka sendiri dari musim 1971/1972.

Di kubu tim tamu, 1. FC Koln yang kini ditangani pelatih interim Ren├® Wagner dipastikan aman dari degradasi setelah mengamankan posisi ke-14 dengan raihan 32 poin.

Berdasarkan data weltfussball.com, Koln sempat mengalami kemerosotan performa pada November sebelum akhirnya Wagner berhasil membawa tim bangkit dan menjauh dari zona merah.

Laga ini juga menjadi panggung terakhir bagi wasit FIFA Deniz Aytekin yang akan memimpin pertandingan Bundesliga ke-254 sekaligus laga pamungkas dalam karier profesionalnya.

Dalam susunan pemain, FC Bayern menurunkan Manuel Neuer di bawah mistar, sementara Leon Goretzka tampil sebagai starter dalam laga terakhirnya di Allianz Arena, sedangkan Minjae Kim absen karena masalah lutut.

Di lini serang, perhatian tertuju pada penyerang Koln, Saïd El Mala, yang dilaporkan tengah menjadi incaran klub Premier League, Brentford, dengan nilai transfer berkisar antara 40 hingga 50 juta euro.

Sebelum pertandingan ini, FC Bayern meraih kemenangan tipis 1-0 atas VfL Wolfsburg pekan lalu, sebuah laga yang dievaluasi secara mendalam oleh sang manajer terkait efisiensi serangan timnya.

"The problem is not the intention to counter-press. You don't always need to feel like you have to score three goals in the first 10 or 15 minutes and overwhelm the opponent. We started well but lost our patience, and then it becomes more difficult. In the end, the legs make the difference, and I think that's why we were much better in the second half. It was just about maintaining possession; we got the job done in the second half." ujar Vincent Kompany, Pelatih Kepala Bayern Munchen pascapertandingan melawan Wolfsburg dilansir dari ysscores.com.

Kompany menambahkan bahwa produktivitas gol yang tinggi terkadang memicu ekspektasi yang keliru di setiap pertandingan sepak bola.

"It's a healthy self-confidence. When you score 120 goals, everyone thinks it happens automatically in attack, but that's not true. We have to wait until the legs get tired, and then you get the spaces." kata Vincent Kompany, Pelatih Kepala Bayern Munchen.

Pelatih asal Belgia itu juga memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang anak asuhnya yang mampu beradaptasi dengan tekanan lawan.

"Once again, I appreciate the response. It's not easy to come out and then change everything, but we did it. Things were not easy at all. We must respect that they faced us with equality. We shouldn't be surprised when the match becomes a little difficult. Wolfsburg are fighting for their lives, and we must respect that." ucap Vincent Kompany, Pelatih Kepala Bayern Munchen.

Dalam laporan terpisah dari bavarianfootballworks.com, mantan bek Manchester City tersebut kembali menegaskan pentingnya kesabaran di atas lapangan ketika menghadapi tim yang bermain defensif.

"The problem isnÔÇÖt the intention behind the counter-pressing; itÔÇÖs about not always feeling like you have to score three goals in the first ten or fifteen minutes and have the opponent on the ropes," tutur Vincent Kompany, Manajer Bayern Munchen.

Kompany menilai perubahan mentalitas di babak kedua menjadi kunci utama timnya bisa mengamankan poin penuh dari markas Wolfsburg.

"We started well, lost our patience ÔÇô and then it gets more difficult. At some point, your legs become crucial ÔÇô and thatÔÇÖs why I think we were much better in the second half. It was all down to our possession. We solved that in the second half ÔÇô itÔÇÖs a healthy dose of arrogance when you score 120 goals; everyone thinks theyÔÇÖll automatically be scoring. ThatÔÇÖs wrong. We have to wait until our legs get tired, then you get the spaces," ungkap Vincent Kompany, Manajer Bayern Munchen.

Fleksibilitas taktik timnya di saat-saat krusial menjadi poin penting yang terus ia gaungkan menjelang laga terakhir liga dan final DFB-Pokal mendatang.

"I have to give credit to them for their reaction; itÔÇÖs not easy to come out and then turn everything around ÔÇô thatÔÇÖs exactly what we did," pungkas Vincent Kompany, Manajer Bayern Munchen.

Di sisi lain, Ren├® Wagner menghadapi tantangan internal karena mencoret Denis Huseinbasic dari skuad pertandingan, sementara kapten Florian Kainz masuk dalam daftar tim di laga terakhir sebelum pensiun.

"Tom hat sich die letzten Wochen mit massiven Schmerzen f├╝r den Verein, f├╝r die Mannschaft, f├╝r das Ziel durchgebissen. Jetzt kann er die Probleme nicht mehr ├╝berwinden" jelas Ren├® Wagner, Pelatih Interim 1. FC Koln seperti dikutip koeln.t-online.de mengenai absennya gelandang Tom Krau├ƒ akibat cedera lutut parah.

Meskipun Wagner menjadi kandidat kuat pelatih tetap pilihan Direktur Olahraga Thomas Kessler, pria berusia 37 tahun itu mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai masa depannya di klub.

"Wir have lose ├╝ber einige Spieler gesprochen, weil es f├╝r den Verein wichtig ist, eine aktuelle Einsch├ñtzung zur St├ñrke und zur Qualit├ñt zu bekommen" papar Ren├® Wagner, Pelatih Interim 1. FC Koln terkait pembicaraan internal mengenai komposisi skuad masa depan.

Hingga saat ini, manajemen 1. FC Koln masih menahan informasi resmi mengenai kelanjutan kontrak jajaran staf kepelatihan untuk musim depan.

"keine Infos, wer n├ñchste Saison noch da sein wird und wer nicht" sambung Ren├® Wagner, Pelatih Interim 1. FC Koln.

Pertandingan ini juga menjadi simulasi terakhir bagi FC Bayern Munchen sebelum menghadapi VfL Stuttgart di final DFB-Pokal yang akan digelar di Berlin pekan depan.

Artikel terkait

Rekomendasi