Stadion Allianz Arena akan menjadi saksi bisu penentuan nasib Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain (PSG) dalam perebutan tiket final Liga Champions 2025-2026. Dilansir dari Bola, pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 02.00 WIB.
Pertemuan leg kedua ini menjadi momen hidup mati bagi kedua tim untuk melangkah ke partai puncak. Arsenal telah lebih dulu mengamankan posisi di final setelah menyingkirkan Atletico Madrid dan kini menanti pemenang dari laga ini.
PSG datang ke markas Muenchen dengan modal kepercayaan diri setelah memenangi leg pertama dengan skor tipis 5-4. Secara historis, catatan pertemuan kedua tim cukup berimbang dengan masing-masing mengantongi tiga kemenangan dalam lima laga terakhir.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi tinggi meski timnya memiliki keunggulan agregat. Ia menyadari bahwa bermain di kandang lawan akan memberikan tantangan yang jauh lebih berat bagi anak asuhnya.
"Saat memainkan pertandingan seperti ini, melawan lawan seperti ini, yang tanpa diragukan lagi adalah tim terkuat yang pernah kami hadapi," kata Enrique dikutip situs resmi klub, Rabu (6/6/2026).
"Hal pertama yang ingin saya sampaikan kepada para pemain adalah bahwa kami memiliki keunggulan satu gol, tetapi itu bukan apa-apa dalam sepak bola," tambahnya.
"Kami memiliki pengalaman dari tahun lalu. Kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi para pendukung kami," lanjutnya.
Enrique juga memotivasi skuadnya dengan mengambil inspirasi dari rivalitas legenda tenis dunia untuk meningkatkan daya saing di lapangan.
"Kami akan bermain dengan tujuan untuk menjadi lebih kompetitif dari sebelumnya," tegasnya.
"Rafael Nadal pernah mengatakan bahwa pada titik tertentu dalam kariernya, pertandingan melawan Roger Federer dan Novak Djokovic menjadi motivasi baginya. Itulah yang kami inginkan."
"Kami mengagumi Bayern, tetapi kekaguman itu mendorong kami untuk menjadi lebih baik. Kami akan berusaha untuk mengalahkan tim yang memainkan sepak bola sensasional."
Kewaspadaan Vincent Kompany di Allianz Arena
Di pihak tuan rumah, Vincent Kompany menanamkan semangat pantang menyerah kepada para pemain Muenchen. Ia menuntut timnya tampil agresif untuk mengejar ketertinggalan satu gol demi mengamankan tempat di final.
"Kami ingin mengakhiri pertandingan dengan cara apa pun yang kami bisa," jelas Kompany dikutip dari TNT Sports.
"Kami berhasil melakukannya melawan PSG beberapa kali di masa lalu dan leg pertama adalah contoh di mana setiap ruang kecil dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua tim."
Pelatih berkebangsaan Belgia tersebut menaruh perhatian besar pada tekanan tinggi yang diterapkan oleh lini depan Les Parisiens.
"Ciri-ciri kedua tim ini serupa. Jika lini depan PSG tidak melakukan pressing setinggi dan sekeras itu, kami tidak akan kehilangan bola."
"Mereka sangat intens, sehingga memaksa Anda untuk bekerja keras hanya untuk menciptakan sudut atau sedikit ruang untuk mengalirkan bola ke area yang tepat," pungkasnya.
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan jalannya pertandingan, laga ini dapat diakses melalui layanan streaming daring karena belum tersedia di saluran televisi nasional SCTV.