Barcelona resmi tersingkir dari kompetisi Liga Champions musim ini setelah gagal membalikkan keadaan melawan Atletico Madrid pada laga leg kedua perempat final, Rabu (15/4) dini hari WIB. Bertanding di Stadion Metropolitano, skuat asuhan Hansi Flick hanya mampu menang 2-1 sehingga kalah agregat tipis 2-3.
Kekalahan agregat ini dipastikan setelah Barcelona gagal menambah gol di babak kedua meski sempat unggul cepat pada awal laga. Dilansir dari Detik Sport, hasil ini memperpanjang puasa gelar juara kompetisi tertinggi antarklub Eropa bagi klub asal Catalan tersebut yang kini telah mencapai 11 tahun.
Tim tamu sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat impresif melalui gol pembuka Lamine Yamal saat laga baru berjalan empat menit. Keunggulan Barcelona bertambah menjadi 2-0 pada menit ke-24 lewat aksi Ferran Torres, yang sempat membuat posisi agregat menjadi seimbang 2-2.
Namun, Atletico Madrid memberikan respons cepat dengan mencetak gol balasan lewat Ademola Lookman pada menit ke-31. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 dan mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah menjadi 3-2 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Nasib buruk menimpa tim tamu di babak kedua ketika gol kedua Ferran Torres dianulir wasit akibat terjebak posisi offside. Barcelona juga harus bermain dengan sepuluh orang setelah Eric Garcia menerima kartu merah karena menjatuhkan Alexander Sorloth sebagai orang terakhir di pertahanan.
"Kami kecewa. Kami memiliki banyak peluang. Kami memiliki kesempatan untuk unggul 3-0 dan kemudian kebobolan gol itu. Kami kecewa," kata Hansi Flick, Pelatih Barcelona sebagaimana dilaporkan Marca.
Flick menambahkan bahwa para pemainnya sebenarnya tampil fantastis meski harus kehilangan satu personel di tengah lapangan. Ia menegaskan bahwa mentalitas dan sikap tim sudah maksimal, namun hasil akhir ditentukan oleh detail-detail kecil yang kurang beruntung bagi pihak Barcelona.
Hasil ini menandai kegagalan kedua Flick membawa Barcelona menjuarai Liga Champions sejak mulai menjabat di klub tersebut. Pada musim sebelumnya, langkah Barcelona di bawah kendali pelatih asal Jerman itu terhenti di babak semifinal.