Seniman anonim Banksy menempatkan sebuah monumen patung pria berjas yang membawa bendera di kawasan Pall Mall, London, pada Rabu (29/4). Karya seni yang muncul secara mendadak tersebut menampilkan sosok pria dengan wajah tertutup kain bendera yang melangkah ke arah kekosongan.
Patung ini memperlihatkan detail pria dengan kepalan tangan kiri dan tangan kanan yang memegang tiang kayu bendera, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Lokasi penempatan karya tersebut berada di trotoar lalu lintas Waterloo Place, berdekatan dengan monumen bersejarah seperti patung Raja Edward VII dan Crimean War Memorial.
Pemasangan karya ini melibatkan penggunaan alat berat untuk memindahkan monumen berukuran besar tersebut ke jantung kota Inggris. Melalui pernyataan resmi, pihak manajemen sang seniman mengonfirmasi bahwa penempatan ini memang dilakukan secara sengaja di area publik tersebut.
"Seniman itu mengungkapkan monumen yang tidak diminta tersebut pada suatu waktu dini hari kemarin," kata juru bicara Banksy.
Pernyataan tersebut menanggapi meningkatnya spekulasi warga mengenai kemunculan objek seni tersebut di tengah jalan utama. Perwakilan Banksy juga menjelaskan pemilihan lokasi spesifik di wilayah Pall Mall yang dipadati monumen pahlawan negara.
"Karya itu ditempatkan di sebuah pijakan lalu lintas di Pall Mall di mana Banksy bilang 'ada sedikit celah'," lanjut juru bicara tersebut.
Kehadiran patung tersebut memancing reaksi beragam dari masyarakat yang melintas, mulai dari kekaguman hingga ketidaksenangan. Ollie Isaac, seorang mahasiswa yang mendatangi lokasi, memberikan pandangannya terkait makna di balik instalasi figuratif tersebut.
"Karya Banksy selalu jadi event dengan waktu terbatas, kita gak pernah tahu sampai kapan dia akan berdiri," kata Ollie Isaac.
Isaac menambahkan bahwa visualisasi patung yang menutup wajah dengan bendera sangat berkaitan dengan isu politik saat ini. Menurutnya, karya tersebut menjadi representasi visual yang kuat terhadap identitas seorang politikus dan sentimen gerakan nasionalisme.