Bali United menjadwalkan sesi latihan pemulihan fisik menjelang pertandingan pembuka pekan ke-30 Super League 2025-2026 melawan PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (27/4/2026) pukul 15.30 WIB. Dilansir dari Bola, tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut memprioritaskan kebugaran pemain akibat jadwal kompetisi yang sangat padat.
Kondisi fisik menjadi perhatian utama tim pelatih setelah para pemain harus menempuh perjalanan panjang dari Tangerang menuju Bali dengan waktu istirahat yang sangat terbatas. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyatakan bahwa skuadnya harus segera beradaptasi dengan dinamika kompetisi yang telah memasuki fase akhir musim.
"Ya, ini periode singkat karena kami baru saja bertanding, setelah itu kami melakukan perjalanan ke Jakarta dan menginap di sana," tutur pelatih asal Belanda itu.
Jansen menjelaskan bahwa tim sempat bermalam di Jakarta sebelum terbang kembali ke Bali dan mendapatkan jatah libur selama satu hari untuk menjaga kondisi. Setelah masa rehat tersebut berakhir, para penggawa Bali United langsung diarahkan untuk kembali merumput guna menjalani persiapan teknis.
"Pagi harinya kami terbang kembali ke Bali dan kami libur sehari. Hari ini kami mulai berlatih lagi."
Program latihan yang disusun tim kepelatihan sengaja dibuat ringan dengan durasi yang singkat untuk menghindari kelelahan berlebih atau risiko cedera pemain. Sejumlah fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran dan terapi air es dimaksimalkan agar para pemain siap bertanding kembali dalam performa terbaik.
"Jadi kemarin kami memberikan jadwal kepada para pemain tentang apa yang bisa mereka lakukan dalam persiapan. Seperti pergi ke pusat kebugaran, mandi es, bersepeda statis, hal-hal semacam itu hanya untuk pemulihan yang lebih baik dari pertandingan terakhir. Kami berlatih, latihannya singkat," imbuhnya.
Meskipun waktu persiapan tergolong sempit, Johnny Jansen mengeklaim bahwa dirinya tidak melihat situasi tersebut sebagai kendala besar bagi timnya. Ia menilai seluruh kontestan liga menghadapi tantangan serupa dalam mengatur ritme tim pada jadwal yang padat.
"Saya tidak menganggap itu masalah, tapi memang begitulah keadaannya," kata Johnny Jansen.
Mantan pelatih PEC Zwolle tersebut menekankan bahwa kesiapan mental dan pemahaman taktik jauh lebih krusial dibandingkan durasi latihan di lapangan saat ini. Ia merasa puas dengan bagaimana anak asuhnya merespons program persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat tersebut.
"Jadi saya pikir kami melakukannya dengan baik. Kami memiliki persiapan yang bagus dan ya, saya senang dengan hal itu," sambungnya.
Optimisme sang pelatih juga didorong oleh tren positif Bali United yang berhasil meraih kemenangan beruntun dalam dua laga sebelumnya, termasuk saat mencukur Biak dengan skor 6-1. Jansen menilai stabilitas timnya kian membaik seiring berjalannya putaran kedua kompetisi musim ini.
"Sekarang kami menjadi semakin stabil. Kami bermain melawan Biak, itu pertandingan bagus, 6-1. Lalu kami bermain melawan Bandung, itu laga bagus juga. Jika Anda meraih dua kemenangan bagus, kami menjadi lebih stabil," tutur Johnny Jansen.
Proses pembentukan kerangka tim baru memang diakui membutuhkan waktu karena adanya kedatangan pemain anyar serta masalah cedera pemain pilar pada awal musim. Namun, evaluasi berkelanjutan setelah jeda putaran pertama mulai menunjukkan hasil signifikan pada performa kolektif tim.
"Kami mendapat pemain baru, kami memiliki beberapa pemain yang cedera untuk waktu yang lama, jadi Anda harus membangun tim baru," imbuhnya.
Bali United kini menempati peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin dan berambisi untuk terus merangkak ke papan atas dalam lima pertandingan tersisa. Jansen menegaskan bahwa mengamankan tiga poin penuh saat menjamu PSM Makassar adalah target mutlak sebelum menghadapi tantangan berikutnya.
"Ya, fokus kami adalah mendaki klasemen. Kami ingin naik lebih tinggi dan lebih tinggi lagi," kata Johnny Jansen.
Selain ambisi mengejar kemenangan, Jansen tetap memberikan peringatan kepada Bagas Adi dan rekan setimnya mengenai ketatnya persaingan poin di papan tengah. Fokus penuh tetap dibutuhkan karena selisih poin yang tipis membuat posisi klub sangat rentan tergeser oleh tim lain.
"Kami ingin tiga poin. Itulah tujuan kami. Setelah itu, kami bermain melawan Madura. Tujuan berikutnya," sambungnya.
Laga kontra PSM Makassar menjadi ujian awal dari rangkaian lima partai final yang harus dilewati Bali United guna mengakhiri musim di posisi terbaik. Meskipun suasana tim sedang dalam kepercayaan diri tinggi, kewaspadaan terhadap kekuatan lawan tetap menjadi poin utama dalam instruksi kepelatihan.
"Kami memiliki perasaan bagus saat ini bahwa kami akan naik di klasemen, tetapi ada persaingan ketat dengan beberapa tim yang posisinya sangat dekat satu sama lain," katanya lagi.