Atletico Madrid Imbangi Arsenal 1-1 pada Semifinal Liga Champions

Atletico Madrid Imbangi Arsenal 1-1 pada Semifinal Liga Champions
Foto: Ilustrasi Atletico Madrid Imbangi Arsenal 1-1 pada Semifinal Liga Champions.

Atletico Madrid bermain imbang 1-1 melawan Arsenal dalam pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions yang berlangsung di Stadion Metropolitano pada Kamis, 30 April 2026. Hasil ini diwarnai perdebatan antara pelatih kedua tim terkait keputusan wasit mengenai sejumlah penalti sepanjang laga.

Arsenal memimpin lebih dulu lewat eksekusi penalti Victor Gyokeres pada menit ke-44 setelah pelanggaran oleh David Hancko, namun disamakan Julian Alvarez melalui titik putih pada menit ke-56 akibat handball Ben White. Sebagaimana dilansir dari Bola, penyerang Atletico Madrid Antoine Griezmann dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan kritik keras terhadap penalti pertama yang diberikan wasit kepada tim tamu. Menurutnya, insiden yang melibatkan David Hancko tersebut tidak seharusnya membuahkan tendangan penalti karena minimnya kontak fisik yang terjadi.

"Menurut pendapat saya, penalti pertama terjadi karena kontak dari belakang, pemain tersebut mengantisipasi kontak dan menjatuhkan diri. Di semifinal Liga Champions, Anda membutuhkan penalti yang benar-benar merupakan penalti," ujar Simeone.

Simeone juga menyoroti penggunaan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan rencana penalti kedua Arsenal menyusul jatuhnya Eberechi Eze. Ia menilai teknologi tersebut memiliki dua sisi dalam memengaruhi jalannya pertandingan besar.

"Wasit memahami bahwa itu adalah pelanggaran. Pada kesempatan lain, berkat VAR, dia memahami bahwa itu adalah penalti karena awalnya bukan pelanggaran handball, dan kemudian, pada kesempatan kedua, juga berkat VAR, itu bukan penalti," ujar Simeone.

Pelatih asal Argentina tersebut menambahkan pandangannya mengenai ketidakkonsistenan yang terkadang muncul dalam penggunaan teknologi bantuan wasit di lapangan.

"VAR terkadang memberi Anda keuntungan dari keraguan dan terkadang juga mengambilnya," imbuh Simeone.

Di kubu lawan, Mikel Arteta menyampaikan rasa frustrasinya terhadap wasit Danny Makkelie yang membatalkan penalti kedua untuk timnya. Pelatih Arsenal tersebut menilai pelanggaran terhadap Eberechi Eze sangat jelas sehingga tidak memerlukan peninjauan ulang yang terlalu lama.

ÔÇ£Keputusan itu dan kemudian apa yang terjadi selama periode waktu tertentu. Wasit harus menontonnya 13 kali, itu lebih jelas dari itu,ÔÇØ kata Arteta.

Arteta juga menekankan bahwa kemarahan skuadnya merupakan reaksi yang wajar atas ketidakkonsistenan penerapan aturan di lapangan. Ia membandingkan keputusan tersebut dengan penalti yang diberikan karena pelanggaran Ben White sebelumnya.

ÔÇ£Kami semua sangat marah karenanya. Saya yakin mereka sangat menyadari bagaimana reaksi yang akan muncul. Reaksi itu normal, kita perlu menerapkan aturan," kata Arteta.

Kekecewaan Arsenal memuncak karena mereka merasa insiden tersebut merupakan pelanggaran nyata yang seharusnya menguntungkan mereka di fase krusial kompetisi Eropa.

"Hal sama yang saya katakan, bahwa mereka menerapkan aturan pada penalti Ben White, itu sulit diterima," ujar Arteta.

Arteta tetap bersikeras bahwa berdasarkan arahan wasit di awal musim, timnya berhak mendapatkan penalti kedua atas insiden yang melibatkan Eze tersebut.

"Tetapi itu adalah penalti sesuai aturan dan apa yang mereka katakan di awal musim, penalti Ebs jelas dan sangat kentara. Itu saja," imbuh Arteta.

Artikel terkait

Rekomendasi