Atalia Praratya Ungkap Kehidupan Baru Usai Bercerai dari Ridwan Kamil

Atalia Praratya Ungkap Kehidupan Baru Usai Bercerai dari Ridwan Kamil
Foto: Ilustrasi Atalia Praratya Ungkap Kehidupan Baru Usai Bercerai dari Ridwan Kamil.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, mulai membuka diri mengenai kondisi kehidupannya setelah resmi bercerai dari Ridwan Kamil pada 7 Januari 2026. Perpisahan yang diputus oleh Pengadilan Agama Bandung tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama setelah keduanya menjalani masa pisah rumah selama enam bulan.

Keseharian perempuan berusia 52 tahun ini kini mengalami perubahan signifikan, terutama dalam peran domestiknya di rumah. Dilansir dari Suara, Atalia kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk merawat sang ibu di tengah situasi keluarga yang telah berubah.

"Ada yang berbeda ya, tentu saja. Bedanya banyak banget. Biasa ngurusin orang, sekarang tidak ada yang diurusin," kata Atalia, mengutip akun Instagram @lambegosiip.

Perubahan tersebut dirasakan sangat kontras karena saat ini dirinya tinggal tanpa keberadaan suami dan jauh dari anak-anak. Atalia menyatakan bahwa fokus utamanya saat berada di kediaman adalah memberikan perhatian penuh kepada orang tuanya.

"Tidak ada suami, anak juga jauh. Saya jadi di rumah itu hanya ngurus ibu," katanya menyambung.

Meskipun tampak tegar di hadapan publik, Atalia menepis anggapan bahwa dirinya tidak merasakan kesedihan mendalam akibat berakhirnya rumah tangga tersebut. Ia mengaku sempat berada pada titik terendah dalam hidupnya sesaat setelah proses perceraian selesai.

"Orang mengatakan bahwa, 'Bu Cinta kalau misalkan ada masalah kok kayaknya cepat banget ya, kayak enggak ada sedih-sedihnya' gitu," ucap Atalia.

Ia menegaskan bahwa perasaan hancur tetap ada dan ia melalui fase keterpurukan yang cukup berat. Baginya, rasa kehilangan tersebut tetap memberikan dampak emosional yang besar meskipun tidak selalu diperlihatkan secara terbuka.

"Padahal saya sedih juga sama. Pasti tetap ada drop juga sampai mungkin ke titik bukan nol lagi, minus kali ya. Aku ngalamin itu semua," tuturnya.

Ketegaran yang ia miliki saat ini diakui merupakan hasil dari didikan dan nasihat ibunya untuk selalu mencari sisi positif dalam setiap kesulitan. Prinsip untuk terus bersyukur menjadi landasan utama bagi Atalia agar bisa bangkit dari masa-masa sulit.

"Ibu saya sering menitipkan pesan, jadi orang itu harus banyak bersyukur. Kalau kita mendapatkan sebuah situasi, kalau kamu melihat negatifnya pasti banyak. Tapi kalau kamu melihat positifnya pasti ada," ujarnya.

Atalia menjelaskan bahwa dalam kondisi sesempit apa pun, ia berusaha menemukan celah positif agar proses pemulihan batinnya berjalan lebih cepat. Hal inilah yang mendasari kemampuannya untuk kembali beraktivitas dengan produktif di tengah masyarakat.

"Nah jadi saya dalam situasi apapun, saya tuh selalu kadang-kadang lagi sempit, saya cari positifnya. Terus akhirnya saya tuh kayak gampang move on."

Mengenai rencana masa depan terkait pendamping hidup, Atalia menyatakan masih merasakan trauma dan belum ingin memikirkan urusan asmara. Ia memilih untuk menjalani proses penyembuhan diri secara alami dan menyerahkan urusan jodoh sepenuhnya kepada ketentuan Tuhan.

"Saya enggak mau melawan takdir ya, saya serahkan saja sama Allah. Tapi kalau ditanya trauma, saya trauma dulu deh, biarin," ujarnya.

Ia menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menentukan langkah ke depan dan membiarkan waktu yang menjawab segala kemungkinan yang ada. Atalia merasa saat ini adalah waktunya untuk melewati masa transisi tersebut tanpa tekanan untuk mencari pengganti.

"Biarin aja saya melewati dulu masa-masa itu. Semua akan ada waktunya. Ada jodoh, tidak ada jodoh itu sudah ada yang mengatur."

Artikel terkait

Rekomendasi