Manajer Arsenal Mikel Arteta mengkritik kepemimpinan wasit Samuel Barrott karena tidak memberikan kartu merah kepada kiper Newcastle United Nick Pope pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, Sabtu (25/4/2026). Kemenangan 1-0 Arsenal melalui gol Eberechi Eze tersebut mengantarkan Meriam London ke puncak klasemen sementara.
Dilansir dari Bola, Arsenal kini mengoleksi 73 poin dan menggeser Manchester City, meski hanya unggul selisih satu gol. Pertandingan menjadi kontroversial saat Nick Pope menjatuhkan penyerang Viktor Gyokeres pada menit ke-74, namun wasit hanya mengeluarkan kartu kuning meskipun Pope menjadi orang terakhir di pertahanan.
"Anda punya dua atau tiga gol. Kami jauh lebih baik, terutama karena kami memiliki beberapa peluang terbuka untuk mencetak gol kedua, sangat jelas," tutur Arteta dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa pelanggaran terhadap Gyokeres dalam situasi satu lawan satu seharusnya diganjar hukuman pengusiran. Ia merasa kerugian akibat keputusan wasit dialami timnya dalam dua pertandingan beruntun, termasuk saat melawan Manchester City pekan lalu.
"Saya juga harus mengatakan, menurut pendapat saya, itu kartu merah yang jelas. Saya menontonnya 10 kali. Jika Anda pernah bermain sepak bola, itu adalah kartu merah," kata Arteta.
Arteta membandingkan insiden tersebut dengan kejadian saat Khusanov melanggar Kai Havertz pada laga sebelumnya yang juga tidak membuahkan kartu merah. Menurutnya, margin keputusan wasit seperti ini sangat krusial dalam persaingan perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini.
"Ini kedua kalinya dalam dua pertandingan karena melawan Manchester City ketika Kai Havertz lolos dan Khusanov melanggarnya pada skor 1-1, gelar juara sudah di depan mata."
"Itu kartu merah, kawan-kawan. Jadi ini juga merupakan margin dan mudah-mudahan itu akan berubah," jelasnya.
Lebih lanjut, mantan asisten Pep Guardiola itu meyakini bahwa arah bola dan posisi pemain di lapangan sudah cukup menjadi bukti kuat bagi wasit. Ia juga menyindir bahwa perlakuan wasit mungkin akan berbeda jika posisi tim yang melanggar adalah Newcastle.
"Saya adalah seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola, dan Anda bisa berbicara dengan pemain mana pun karena lintasan bola, di mana bola berada, tidak ada penjaga gawang di sana. Jika itu terjadi sebaliknya, itu pasti kartu merah," kata Arteta.
Kekecewaan Arteta didasari pada kenyataan bahwa setiap poin dan selisih gol sangat menentukan di akhir musim. Meskipun menang, ia tetap menyuarakan ketidakpuasannya terhadap realitas kepemimpinan wasit di momen-momen krusial.
"Maksud saya, itulah realita dari dua pertandingan terakhir di momen-momen krusial ketika segalanya dipertaruhkan."
"Kita butuh segalanya berjalan sesuai keinginan kita, dan itu tidak terjadi. Saya tidak mencari alasan; saya yang pertama memahaminya."
"Saya tidak membicarakannya ketika kita kalah. Saya membicarakannya ketika kita menang. Itu kartu merah hari ini, itu kartu merah di Manchester dan dunianya berbeda. Begitulah," ujar Arteta.