Arsenal harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA 2025-2026 di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut diwarnai protes keras pelatih Arsenal, Mikel Arteta, terkait keputusan wasit yang membatalkan penalti kedua timnya.
Dua gol dalam pertandingan ini semuanya bersumber dari titik putih, dimulai dengan eksekusi Viktor Gyokeres pada menit ke-44 untuk keunggulan Arsenal. Namun, Atletico Madrid berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Julian Alvarez pada menit ke-56 sebagaimana dilansir dari Bola.
Ketegangan memuncak saat wasit sempat memberikan penalti kedua bagi Arsenal setelah Madueke jatuh akibat kontak dengan pemain lawan. Keputusan tersebut kemudian dianulir setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
ÔÇ£Setelah berbicara dengan para pemain dan memahami insiden penalti untuk gol kedua yang dibatalkan, itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti," ujar Arteta, Pelatih Arsenal.
Manajer asal Spanyol tersebut menegaskan kekecewaannya karena merasa kontak yang terjadi di kotak terlarang sangat nyata. Arteta berargumen bahwa keputusan awal seharusnya tetap dipertahankan meskipun telah dilakukan tinjauan ulang berulang kali.
"Sangat kecewa. Ada kontak yang jelas. Wasit membuat keputusan dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali,ÔÇØ ujar Arteta, Pelatih Arsenal.
Arteta juga menekankan bahwa keputusan tersebut memberikan pengaruh besar terhadap hasil akhir pertandingan di markas Atletico. Ia merasa aneh dengan alasan wasit menolak memberikan hak tendangan dua belas pas kepada The Gunners untuk kedua kalinya.
ÔÇ£Saya tidak tahu. Itu jawaban untuknya. Itu keputusan yang salah dan mengubah jalannya pertandingan,ÔÇØ ujar Arteta, Pelatih Arsenal.
Pelatih tersebut juga mengaku tidak melihat langsung proses terjadinya kedua penalti secara detail dari pinggir lapangan. Ia menyerahkan penilaian teknis sepenuhnya kepada otoritas pengadil di lapangan meskipun tetap merasa ada kontak fisik terhadap pemainnya.
ÔÇ£Saya tidak melihat kedua penalti tersebut, jadi sulit untuk mengatakannya, tetapi itulah sepak bola. Saya tidak tahu mengapa mereka menolak penalti kedua ÔÇö tampaknya ada kontak, tetapi itu adalah keputusan wasit,ÔÇØ terang Arteta, Pelatih Arsenal.
Terkait jalannya laga, Arteta memberikan apresiasi atas dominasi yang sempat ditunjukkan tim tamu pada paruh pertama. Arsenal dianggap mampu meredam permainan tuan rumah dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya sebelum gol pembuka tercipta.
ÔÇ£Saya pikir di babak pertama, kami mengontrol permainan dengan cukup baik. Kami memiliki beberapa peluang bagus dan berhasil mencetak gol,ÔÇØ kata Arteta, Pelatih Arsenal.
Situasi berubah pada babak kedua ketika Atletico Madrid meningkatkan intensitas serangan dan memberikan tekanan lebih masif kepada lini pertahanan Arsenal. Meskipun demikian, tim asal Inggris tersebut sempat mendapatkan peluang di menit-menit akhir pertandingan.
ÔÇ£Di babak kedua, mereka memulai dengan jauh lebih baik dan berhasil mencetak gol, dan kemudian menjelang akhir kami memiliki beberapa peluang yang cukup bagus. Secara keseluruhan, itu adalah pertandingan yang sulit. Ini tempat yang sulit untuk didatangi, tetapi ini baru babak pertama,ÔÇØ pungkas Arteta, Pelatih Arsenal.