Harapan publik Inggris untuk melihat wakil negaranya menyapu bersih seluruh trofi kompetisi Eropa musim ini dipastikan kandas. Hal ini terjadi setelah Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final Liga Champions yang berlangsung dramatis.
The Gunners gagal membawa pulang trofi Si Kuping Besar setelah dipaksa menyerah lewat drama adu penalti. Pertandingan sengit tersebut berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, sebelum akhirnya Arsenal kalah dengan skor 3-4 di babak tos-tosan.
PSG Pertahankan Gelar, Mimpi Sapu Bersih Inggris Sirna
Kemenangan PSG tidak hanya menghancurkan ambisi Arsenal, tetapi juga mengukuhkan dominasi klub asal Prancis tersebut di level tertinggi. Keberhasilan ini membuat PSG sukses mencatatkan sejarah dengan menjuarai Liga Champions selama dua musim berturut-turut.
Padahal, sebelumnya dua trofi kompetisi Eropa lainnya sudah berhasil diamankan oleh klub-klub Premier League. Kegagalan Arsenal di partai puncak ini menjadi satu-satunya penghalang Inggris untuk mendominasi total Benua Biru musim ini.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan final tiga kompetisi utama Eropa musim ini:
| Kompetisi | Juara | Lawan di Final | Skor Akhir |
|---|---|---|---|
| Liga Champions | Paris Saint-Germain | Arsenal | 1-1 (4-3 Penalti) |
| Liga Europa | Aston Villa | Freiburg | 3-0 |
| Conference League | Crystal Palace | Rayo Vallecano | 1-0 |
Tabel di atas menunjukkan pencapaian kontras antara tiga wakil Inggris, di mana Aston Villa dan Crystal Palace berhasil meraih kejayaan di level mereka masing-masing.
Dominasi Aston Villa dan Crystal Palace
Sebelum kekalahan Arsenal, Aston Villa lebih dulu mengamankan trofi Liga Europa dengan performa yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Unai Emery tersebut tampil perkasa dan melibas wakil Jerman, Freiburg, dengan skor telak tiga gol tanpa balas.
Keberhasilan Inggris berlanjut di kompetisi kasta ketiga, UEFA Conference League, melalui perjuangan Crystal Palace. The Eagles sukses dinobatkan sebagai yang terbaik setelah memenangkan laga ketat melawan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0.
Sejarah mencatat bahwa sejak Conference League diperkenalkan pada musim 2021/2022, belum pernah ada satu negara pun yang mampu memenangkan tiga trofi Eropa sekaligus. Rekor sulit tersebut pun tetap bertahan musim ini akibat kegagalan Mikel Arteta dan anak asuhnya di final.
Meskipun gagal mencetak sejarah sapu bersih, kekuatan sepak bola Inggris masih sangat diperhitungkan di kancah internasional. Untuk musim mendatang, Inggris dijadwalkan akan mengirimkan sembilan wakilnya guna bersaing kembali di berbagai level kompetisi Eropa.