Arsenal dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada partai final Liga Champions 2025-2026 setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan keunggulan agregat 2-1 pada Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Dilansir dari Bola, keberhasilan skuad asuhan Mikel Arteta ini merupakan capaian final pertama klub asal London tersebut sejak tahun 2006.
PSG lebih dulu memastikan tempat di partai puncak setelah menghentikan langkah Bayern Muenchen dengan agregat 6-5 pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Klub asal Perancis yang berstatus sebagai juara bertahan tersebut bermain imbang 1-1 di Allianz Arena setelah sebelumnya mengantongi kemenangan 5-4 pada leg pertama di Paris.
Legenda Liverpool, Steven Gerrard, memberikan pandangannya terkait posisi The Gunners yang tidak diunggulkan dalam laga final mendatang. Mantan kapten tim nasional Inggris tersebut menekankan bahwa status underdog bukan menjadi halangan untuk meraih trofi juara.
"I know more than anyone that the underdog team can win this final," kata Gerrard kepada TNT Sports.
Gerrard merujuk pada pengalamannya saat menghadapi AC Milan yang secara statistik lebih diunggulkan namun tetap bisa dikalahkan. Ia menambahkan bahwa Arsenal perlu menunjukkan performa terbaik untuk meredam kekuatan pelatih elit di kubu lawan.
"The match against AC Milan was not balanced, but anything can happen," kata Gerrard.
Taktik fisik menjadi sorotan utama dalam analisis yang diberikan oleh Gerrard untuk meredam permainan PSG. Arsenal dinilai harus mampu memaksimalkan keunggulan postur tubuh dan skema bola mati untuk membuat pemain lawan tidak nyaman selama pertandingan berlangsung.
"Arsenal will face a high-quality team with an elite coach, so Arsenal must put on their best performance," ujar Gerrard.
Keyakinan Gerrard didasari pada kemampuan individu pemain Arsenal yang dianggap memiliki peluang besar jika tampil lepas tanpa beban. Ia menyarankan agar skuad London Utara tersebut membawa PSG ke dalam situasi pertandingan yang sulit dikendalikan.
"Every player must show their best ability, but of course they have a chance," kata Gerrard.
Selain faktor teknis di lapangan, keberhasilan Arsenal dalam persaingan gelar Liga Inggris musim ini juga diprediksi menjadi pendorong mental yang signifikan. Gerrard melihat potensi trofi domestik dapat meningkatkan rasa percaya diri para pemain sebelum terbang ke laga final.
"They need to use their physical strength and body size, taking advantage of every set piece and taking PSG to places they don't want to be and making them feel uncomfortable," kata Gerrard.
Mantan gelandang timnas Inggris, Owen Hargreaves, turut memberikan dukungan atas peluang Arsenal di partai puncak. Hargreaves menyoroti kedalaman pertahanan dan peran krusial Declan Rice sebagai jangkar di lini tengah yang mampu memberikan perlawanan dalam format pertandingan tunggal.
"Arsenal have a chance, no doubt," ujar Hargreaves.
Meskipun mengakui kekuatan pertahanan Arsenal, Hargreaves mengingatkan bahwa PSG memiliki variasi serangan yang sangat berbahaya. PSG sendiri berambisi mempertahankan gelar juara yang mereka raih musim lalu setelah menumbangkan Inter Milan dengan skor telak 5-0.
"With a defense like that, the goalkeeper, Declan Rice playing deeper in midfield," kata Hargreaves.
Hargreaves menegaskan bahwa kualifikasi pemain yang dimiliki Arsenal saat ini sangat mumpuni untuk menghadapi tekanan di final. Namun, ia kembali menekankan kewaspadaan terhadap kolektivitas serangan tim asal Paris tersebut.
"They can definitely do it in a single game," kata Hargreaves.
Persaingan ini menjadi pembuktian bagi PSG dalam mempertahankan dominasi Eropa mereka melawan ambisi besar Arsenal. PSG tercatat lolos ke final lewat gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga di leg kedua, sementara Bayern hanya mampu membalas melalui Harry Kane.
"But this PSG team? They have so many ways to hurt you," ujar Hargreaves.