Arsenal menelan kekalahan tipis 2-1 saat bertandang ke markas Manchester City di Stadion Etihad pada Minggu (19/4/2026) malam WIB. Hasil negatif dalam laga pekan ke-34 Liga Inggris 2025-2026 ini membuat posisi Meriam London di puncak klasemen kian terancam.
Kemenangan tuan rumah dipastikan melalui gol yang dicetak oleh Rayan Cherki pada menit ke-16 dan Erling Haaland pada menit ke-65. Dilansir dari Bola, Arsenal hanya mampu membalas satu gol lewat aksi Kai Havertz pada menit ke-18.
Hasil pertandingan ini memangkas jarak antara kedua tim di papan klasemen sementara menjadi hanya tiga poin. Saat ini Manchester City tercatat masih memiliki enam laga tersisa, sementara Arsenal tinggal menyisakan lima pertandingan hingga akhir musim.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan kekecewaannya atas hasil akhir yang didapat timnya di Manchester. Arteta menilai performa anak asuhnya sebenarnya cukup kuat untuk mengimbangi permainan lawan.
"Ini hasil yang sangat mengecewakan, dan cara terjadinya juga mengecewakan." ujar Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Meskipun sempat tertinggal lebih dulu, tim tamu sempat menunjukkan reaksi positif untuk mengejar ketertinggalan. Arteta menekankan bahwa keterlibatan para pemain dalam pertandingan tersebut sangat tinggi.
"Kami menampilkan performa yang sangat kuat, sangat terlibat dalam pertandingan, kami bangkit dari ketertinggalan satu gol," kata Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Arsenal dinilai sempat mendominasi jalannya laga melalui pengendalian emosi yang baik di lapangan. Kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang emas menjadi pembeda utama dalam duel krusial dua kandidat juara ini.
"Secara emosional, kami menangani pertandingan dengan sangat baik, dan mengendalikan permainan sesuai keinginan kami." papar Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Kurangnya penyelesaian akhir yang klinis di depan gawang lawan menjadi sorotan utama sang manajer. Hal ini berbanding terbalik dengan efektivitas serangan yang ditunjukkan oleh kubu tuan rumah.
"Kami memiliki peluang terbaik dalam pertandingan, tetapi tidak mampu memanfaatkannya, dan itulah perbedaannya," tambah Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Strategi awal yang diterapkan Arsenal sebenarnya berjalan sesuai rencana menghadapi pertahanan rapat tim lawan. Namun, momen-momen krusial di depan gawang akhirnya menentukan hasil akhir pertandingan.
"Sedikit dari keduanya, karena kami menciptakan peluang besar melawan tim yang jarang kebobolan, dan kami memulainya dengan cara yang benar." jelas Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengakui bahwa keberhasilan memanfaatkan momentum menjadi faktor penentu kemenangan Manchester City. Arsenal pun harus merelakan kehilangan poin penting dalam persaingan menuju gelar juara.
"Tetapi pada akhirnya, menang atau kalah adalah tentang momen-momen, dan ketika mereka memiliki momen, mereka memanfaatkannya dan itulah perbedaannya," jelas Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Meski kecewa, Arteta menganggap laga ini sebagai pembuktian level kompetisi timnya di kasta tertinggi. Fokus kini dialihkan sepenuhnya ke sisa laga musim ini untuk mempertahankan keunggulan di klasemen.
"Kami kehilangan kesempatan untuk menang hari ini, saya pikir kami menggunakan kesempatan itu untuk menunjukkan kemampuan kami, dan bagaimana kami akan bersaing serta level tim kami," kata Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.
Arsenal dijadwalkan menjamu Newcastle pada laga akhir pekan mendatang sebagai upaya menjaga persaingan tetap terbuka. Kemenangan menjadi harga mati bagi Meriam London untuk menjauh dari kejaran pasukan Pep Guardiola.
"Sekarang kami masih punya lima pertandingan lagi, jadi ini Liga Premier yang baru, mereka punya satu pertandingan lebih sedikit dan kami punya tiga poin lebih banyak - jadi, pertandingan selanjutnya akan segera dimulai," lugas Mikel Arteta, Pelatih Arsenal.