Arsenal memastikan diri lolos ke babak final Liga Champions setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada laga semifinal leg kedua di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat Meriam London unggul agregat 2-1.
Dilansir dari Detik Sport, kemenangan tipis tersebut ditentukan oleh gol Bukayo Saka pada menit ke-44 yang memanfaatkan bola pantul di depan gawang lawan. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang klub selama dua dekade untuk kembali ke partai puncak kompetisi tertinggi Eropa.
Winger Arsenal, Bukayo Saka, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian tim yang berhasil mengatasi tekanan besar sepanjang pertandingan. Ia menyoroti atmosfer luar biasa yang sudah dirasakan skuat sejak kedatangan bus tim di stadion sebelum laga dimulai.
"Kau menculikku dari perayaan ini, kawan! Ini sangat indah. Kau lihat apa artinya bagi kami dan apa artinya bagi para penggemar," ujar Saka saat diwawancara Amazon Prime.
Pemain tim nasional Inggris tersebut menilai keberhasilan tim menembus final merupakan buah dari ketangguhan mental para pemain di lapangan. Menurutnya, tensi tinggi dalam pertandingan semifinal merupakan hal yang tidak terhindarkan dan harus dikelola dengan baik.
"Ya, kami sangat bahagia. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Laga ini penuh tekanan. Ini sangat berarti bagi kedua belah pihak. Kami berhasil mengatasinya dengan baik, dan membawa diri kami ke final. Semuanya dimulai sebelum laga ketika kami tiba dengan bus. Aku belum pernah melihat yang seperti ini," kata Saka.
Saka juga merefleksikan dinamika kariernya yang penuh tantangan, termasuk saat menghadapi kritik tajam di masa lalu. Ia menegaskan pentingnya fokus dan mengabaikan komentar negatif untuk bisa memberikan kontribusi krusial bagi tim pada momen penting.
"Terkadang keberuntungan berpihak padamu, dan terkadang tidak, tetapi kau harus ada di sana, dan aku ada di sana - aku mencetak golku," tutur Saka.
Penyerang sayap tersebut berpendapat bahwa tekanan dan kritik adalah bagian dari risiko profesi sebagai pesepak bola di level tertinggi. Ia memilih untuk tetap tegar dan terus melangkah maju bersama rekan-rekan setimnya menuju target juara.
"Tidak mungkin kau akan sampai ke posisi ini tanpa tekanan. Bagaimana mungkin kau tidak mengharapkan orang-orang membicarakanmu dan mengkritikmu? Itulah mengapa kita harus mengabaikannya," jelas Saka.
Kini Arsenal hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk merengkuh trofi juara yang akan diperebutkan di Budapest, Hungaria. Tim asuhan Mikel Arteta tersebut tinggal menunggu pemenang antara Paris Saint-Germain atau Bayern Munich sebagai lawan di partai final.
"Ini adalah kisah yang indah dan aku berharap ini berakhir dengan baik di Budapest," tegas Saka.
Laga final Liga Champions dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 mendatang. Keberhasilan melaju ke final ini menjadi momentum bersejarah bagi klub asal London Utara tersebut setelah terakhir kali mencapainya pada tahun 2006 silam.