Persaingan memperebutkan trofi juara Liga Inggris 2025/2026 kini mengerucut kepada dua tim papan atas, yaitu Arsenal dan Manchester City. Dikutip dari Sportsetup, kedua klub tersebut menjadi kandidat paling kuat menjelang berakhirnya kompetisi domestik.
Arsenal saat ini menduduki peringkat pertama dengan perolehan 79 poin setelah menyelesaikan 36 laga. Sementara itu, Manchester City terus menguntit di posisi kedua dengan raihan 77 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Jarak yang hanya terpaut dua angka membuat perebutan takhta juara tetap terbuka lebar bagi kedua kesebelasan. Kondisi ini diprediksi akan meningkatkan tensi pertandingan dalam dua pekan terakhir Liga Primer Inggris.
Arsenal sukses mempertahankan posisi puncak klasemen setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas West Ham United. Pada laga lainnya, Manchester City menjaga peluang mereka dengan menumbangkan Crystal Palace lewat skor telak 3-0.
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Kebobolan | Selisih Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Arsenal | 36 | 24 | 7 | 5 | 68 | 26 | +42 | 79 |
| Manchester City | 36 | 23 | 8 | 5 | 75 | 32 | +43 | 77 |
Langkah Arsenal untuk mengunci gelar juara berada di tangan mereka sendiri dengan syarat menyapu bersih dua laga tersisa tanpa perlu memedulikan hasil rivalnya. Tim asuhan Mikel Arteta dijadwalkan menjamu Burnley di Emirates Stadium, sebelum melakoni laga tandang ke markas Crystal Palace pada pekan penutup.
Kendati demikian, Arsenal tetap di bawah tekanan besar karena hasil imbang sekali saja bisa membuat Manchester City mengambil alih posisi puncak. Manchester City juga dikenal memiliki konsistensi tinggi saat memasuki fase akhir kompetisi.
Pengalaman anak asuh Pep Guardiola dalam persaingan perebutan juara dinilai menjadi faktor krusial bagi mereka. Ditambah lagi, Manchester City harus membagi fokus karena memiliki jadwal pertandingan yang lebih padat di semua kompetisi.
Manchester City harus bersiap menghadapi Chelsea di partai final FA Cup sebelum melanjutkan laga tunda Liga Inggris melawan Bournemouth. Setelah itu, mereka akan menutup musim dengan menjamu Aston Villa di kandang sendiri.
Di sisi lain, Arsenal diuntungkan secara jadwal karena bisa memusatkan konsentrasi penuh pada kompetisi domestik terlebih dahulu. Pertandingan final Liga Champions melawan PSG baru akan mereka lakoni setelah seluruh laga Liga Inggris selesai bergulir.
| Tanggal | Arsenal | Manchester City | Kompetisi |
|---|---|---|---|
| 16 Mei | - | Chelsea | Final FA Cup |
| 19 Mei | Burnley (K) | - | Liga Inggris |
| 20 Mei | - | Bournemouth (T) | Liga Inggris |
| 24 Mei | Crystal Palace (T) | Aston Villa (K) | Liga Inggris |
| 30 Mei | PSG | - | Final Liga Champions |
Ada pula skenario yang memungkinkan kedua tim mengakhiri musim dengan perolehan poin yang sama. Hal itu bisa terjadi jika Arsenal meraih satu hasil imbang dan satu kemenangan, sedangkan Manchester City memenangi semua laga sisa.
Apabila situasi poin kembar terjadi, penentuan gelar juara akan merujuk pada regulasi yang berlaku. Kriteria penilaian berturut-turut meliputi selisih gol, jumlah gol memasukkan, rekor pertemuan, gol tandang pertemuan langsung, hingga laga playoff.
Saat ini Manchester City memimpin tipis dalam aspek selisih gol dengan +43 dibandingkan Arsenal yang mengemas +42. Skuad Manchester City juga tercatat lebih produktif lewat torehan 75 gol, sementara Arsenal membukukan 68 gol.
Jika seluruh indikator mulai dari poin, selisih gol, hingga produktivitas gol berakhir sama kuat, Manchester City tetap diuntungkan. Mereka unggul catatan head-to-head setelah mengemas satu kemenangan dan satu hasil imbang kontra Arsenal musim ini.