Arsenal Hadapi Paris Saint-Germain di Final Liga Champions 2026

Arsenal Hadapi Paris Saint-Germain di Final Liga Champions 2026
Foto: Ilustrasi Arsenal Hadapi Paris Saint-Germain di Final Liga Champions 2026.

Arsenal dijadwalkan menantang Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertandingan final Liga Champions yang akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 30 Mei 2026. Klub asal London tersebut membawa catatan impresif sebagai tim dengan pertahanan paling solid sepanjang kompetisi musim ini.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Sport, skuad asuhan Mikel Arteta ini melaju ke partai puncak tanpa tersentuh kekalahan dalam 14 laga terakhir. Tim berjuluk Meriam London tersebut mengoleksi 11 kemenangan dan tiga hasil imbang dengan hanya kebobolan enam gol serta membukukan sembilan clean sheet.

Mantan pemain Manchester United, Owen Hargreaves, memberikan penilaian positif terhadap kesiapan teknis tim asal Inggris tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran Declan Rice sebagai jangkar lini tengah memberikan stabilitas yang krusial bagi kekuatan pertahanan tim.

"Arsenal tanpa ragu punya peluang. Dengan pertahanan yang mereka miliki, ditambah penjaga gawang mereka, mereka tampil brilian. Declan Rice bermain sebagai gelandang bertahan dan dia luar biasa di posisi tersebut," kata Hargreaves.

Hargreaves juga menyoroti kembalinya ketajaman Bukayo Saka yang dinilai menjadi faktor pembeda bagi Arsenal setelah sempat melewati periode sulit. Keyakinan diri para pemain dianggap menjadi modal utama untuk meredam agresivitas PSG yang dikenal sangat ofensif.

"Ini akan menjadi pertandingan yang menarik. PSG akan bermain lebih menyerang dibandingkan saat melawan Bayern, tetapi ini adalah Arsenal yang berbeda sekarang. Saya rasa dalam tiga atau empat pekan terakhir, mereka sempat melewati masa sulit yang singkat itu. Sekarang mereka percaya diri. Saka kembali dengan gol-gol penting di momen-momen besar. Mereka punya peluang. Mereka hanya harus percaya," tambah Hargreaves.

Di sisi lain, PSG yang berstatus sebagai juara bertahan membawa ancaman serius melalui produktivitas lini depan mereka yang telah mencetak 44 gol. Tim asuhan Luis Enrique tersebut saat ini tercatat sebagai tim paling subur dalam kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi