Alvaro Arbeloa Akui Real Madrid Lebih Mudah Juara Liga Champions

Alvaro Arbeloa Akui Real Madrid Lebih Mudah Juara Liga Champions
Foto: Ilustrasi Alvaro Arbeloa Akui Real Madrid Lebih Mudah Juara Liga Champions.

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan bahwa memenangkan Liga Champions terasa lebih mudah bagi klubnya dibandingkan bersaing dalam perebutan gelar La Liga setelah tertinggal sembilan poin dari Barcelona pada musim 2025-2026.

Kesenjangan poin tersebut membuat peluang Los Blancos mempertahankan trofi domestik semakin menipis meski kompetisi hanya menyisakan tujuh pekan lagi, sebagaimana dilansir dari Bola.

Catatan performa menunjukkan Real Madrid telah gagal mengamankan enam dari tujuh trofi utama terakhir yang diperebutkan, dan angka tersebut berpotensi bertambah jika mereka gagal mengejar ketertinggalan dari Barcelona.

"Dua musim tanpa meraih gelar, saya rasa terakhir kali hal ini terjadi adalah 20 tahun yang lalu. Real Madrid adalah klub yang biasanya selalu sukses," kata pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa.

Arbeloa menegaskan bahwa meski sedang dalam situasi sulit, fokus utama klub adalah tetap bergerak maju demi memenuhi tuntutan tinggi para pendukung.

"Ada kalanya segala sesuatunya tidak berjalan mulus, namun mentalitas klub ini selalu menatap masa depan," ujar Alvaro Arbeloa.

Mantan pemain Liverpool tersebut menekankan pentingnya menjaga mentalitas pemenang dan tidak boleh terpuruk dalam hasil negatif yang sudah terjadi.

"Di Real Madrid, tidak ada gunanya terlarut dalam kekalahan, tapi juga tidak boleh terlalu puas saat menang karena tuntutan klub sangat tinggi dan kita harus selalu berusaha untuk meraih kemenangan," ucap Alvaro Arbeloa.

Ambisi untuk menyapu bersih sisa laga musim ini menjadi target mutlak bagi skuad asuhan Arbeloa demi menjaga kehormatan klub di kancah domestik.

"Kami harus memenangkan tujuh pertandingan yang tersisa," ujar Alvaro Arbeloa.

Arbeloa menyoroti penurunan performa tim saat menghadapi tim-tim kecil yang dianggap menjadi penyebab utama kesulitan mereka di kompetisi lokal dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami pasti akan mencari solusi, dan hal ini dapat dilihat oleh banyak pihak," jelas Alvaro Arbeloa.

Arbeloa meyakini bahwa tim asuhannya masih memiliki banyak celah untuk diperbaiki agar bisa lebih kompetitif di Liga Spanyol pada masa mendatang.

"Mengenai penampilan kami, saya yakin masih ada ruang untuk perbaikan di La Liga dalam beberapa tahun terakhir," tutur Alvaro Arbeloa.

Data menunjukkan bahwa Los Blancos cenderung tampil lebih maksimal ketika berhadapan dengan lawan besar dibandingkan saat melakoni laga rutin melawan tim papan bawah.

"Dalam tiga bulan terakhir, kami tampil lebih baik di pertandingan besar daripada melawan klub-klub kecil," ungkap Alvaro Arbeloa.

Kegagalan meraih poin penuh pada laga-laga krusial di liga domestik disebut menjadi faktor pembeda yang kontras dengan pencapaian tim di kancah Eropa.

"Jika melihat periode tersebut, kami masih memiliki banyak peluang untuk berkembang," kata Alvaro Arbeloa.

Arbeloa merujuk pada kekalahan dari tim seperti Girona yang memperkuat persepsinya mengenai tingkat kesulitan memenangkan liga domestik bagi Madrid saat ini.

"Tapi kami juga mengalami situasi seperti saat melawan Girona yang membuat Real Madrid lebih mudah menjuarai Liga Champions daripada La Liga," jelas Arbeloa.

Terkait kondisi internal, Arbeloa membantah spekulasi mengenai suasana ruang ganti yang terlalu santai dan mengklaim memiliki pendekatan yang berbeda dari Xabi Alonso.

"Saya tidak merasakan adanya hubungan yang terlalu santai. Saya pikir saya memiliki hubungan yang baik dengan para pemain," ujar Alvaro Arbeloa.

Pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan bahwa hubungan baik dengan pemain bukan berarti ia mengabaikan standar disiplin dan tuntutan performa di lapangan.

"Saya tidak bisa memahami sepak bola dengan cara lain. Hal itu bukan berarti saya tidak menuntut mereka atau tidak bisa memotivasi mereka," tutur Alvaro Arbeloa.

Arbeloa menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kondusivitas ruang ganti tetap terjaga meskipun tim menghadapi berbagai tekanan sepanjang musim kompetisi berlangsung.

"Ini adalah hubungan yang harus diterima oleh seorang pemain. Bahkan di saat-saat sulit, suasana di ruang ganti selalu kondusif," ujar Alvaro Arbeloa.

"Bagi saya, hubungan tersebut sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi di sebuah ruang ganti," tutur Arbeloa menjelaskan.

Artikel terkait

Rekomendasi