Penyanyi solo Arash Buana meluncurkan karya terbaru bertajuk April sebagai rilisan perdana pada tahun 2026. Lagu bermelodi melankolis ini mengisahkan duka mendalam mengenai ketidakmampuan seseorang untuk kembali memiliki sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Karya ini menandai fase baru dalam perjalanan musikal Arash yang dinilai semakin matang melalui penyampaian cerita personal. Genre pop alternatif yang diusung dipadukan dengan lirik jujur guna memberikan ruang emosional bagi para pendengar yang sedang mengalami masa sulit.
Eksplorasi kreatif dilakukan Arash dengan mengambil peran penuh sebagai penulis sekaligus produser untuk pertama kalinya. Dalam proses produksinya, ia melibatkan musisi asal Thailand bernama Suchakree atau Boss untuk mengisi instrumen drum.
"Lagu ini tentang perpisahan yang gak biasa, bukan sekadar hubungan yang berakhir, tap kehilangan seseorang untuk selamanya," tulis Arash Buana, Penyanyi.
Pesan utama dalam tembang ini menitikberatkan pada proses penerimaan terhadap sebuah kehilangan. Arash menggambarkan sosok April sebagai simbol seseorang yang telah pergi dan meninggalkan kesedihan bagi pihak yang ditinggalkan.
"Sosok 'April' dalam lagu ini digambarkan telah pergi, meninggalkan duka mendalam bagi yang ditinggalkan. Tapi di balik kesedihan itu, ada pesan sederhana tapi kuat: bahwa mereka yang pergi, mungkin hanya ingin kita untuk perlahan belajar merelakan," lanjut Arash Buana, Penyanyi.
Penyelesaian lagu ini berawal dari penemuan kembali draf lama yang sempat terabaikan dalam penyimpanan datanya. Arash terdorong untuk menilik kembali berkas tersebut dan merampungkannya setelah melakukan perjalanan dari Thailand.
Harapan besar disematkan pada lagu April agar bisa menjadi sarana bagi pendengar dalam memproses rasa duka secara perlahan. Melalui karya ini, Arash ingin mengajak pendengar jujur pada perasaan hingga mencapai titik perayaan atas penerimaan keadaan sepenuhnya.