Legenda Serie A Antonio Di Natale memberikan apresiasi tinggi terhadap performa impresif klub Como yang kini berada di bawah asuhan pelatih Cesc Fabregas. Tim yang baru berpromosi dari Serie B tersebut saat ini tengah bersaing ketat untuk memperebutkan tiket kualifikasi Liga Champions.
Dilansir dari Bola, klub berjuluk Il Lariani tersebut menempati posisi kelima pada klasemen sementara Liga Italia musim 2025-2026. Como hanya terpaut tiga poin dari Juventus yang berada di peringkat keempat, yang merupakan batas akhir zona kelolosan ke kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.
"Fabregas tampil konsisten dan Como miliknya luar biasa," tutur Antonio Di Natale, legenda Udinese, sebagaimana dikutip Tuttomercatoweb dari La Gazzetta dello Sport.
Keberhasilan Como menembus papan atas tidak lepas dari gaya permainan agresif yang diterapkan oleh Fabregas. Sepanjang musim ini, mereka tercatat mampu mengalahkan Juventus dalam laga kandang maupun tandang, menahan imbang AC Milan, serta sempat memberikan perlawanan sengit saat menghadapi Inter Milan.
Di Natale, yang merupakan pencetak gol terbanyak keenam sepanjang sejarah Serie A dengan koleksi 206 gol, merasa karakter permainan Como akan sangat menguntungkan bagi seorang penyerang. Mantan kapten Udinese itu meyakini produktivitas golnya bisa meningkat jika bermain dalam sistem taktik yang dikembangkan Fabregas saat ini.
"Dalam karier saya saya telah mencetak beberapa gol, tetapi mungkin di tim Fabregas saya bisa mencetak beberapa gol tambahan," ujar Di Natale.
Meskipun mengagumi kualitas permainan Como, Di Natale memprediksi persaingan menuju Liga Champions akan tetap berat. Ia menilai Juventus masih memiliki keunggulan tipis untuk mengamankan posisi empat besar dibandingkan para pesaing terdekatnya seperti Como dan AS Roma.
"Saya akan memilih Juventus, tetapi itu akan menjadi pizza yang membuat berkeringat, Como dan Roma hanya terpaut 3 poin, mereka kuat dan akan berjuang sampai akhir," ucap Di Natale.
Faktor kehadiran Luciano Spalletti di kursi kepelatihan Juventus dipandang sebagai keunggulan utama bagi klub asal Turin tersebut. Pengalaman panjang Spalletti dalam mengelola tekanan di fase krusial kompetisi menjadi alasan di balik optimisme Di Natale terhadap peluang Si Nyonya Tua.
"Spalletti selain seorang jenius juga merupakan pelatih dengan pengalaman paling besar dalam perburuan Liga Champions, Juventus bisa meraih hasil sempurna melawan Verona, Lecce, Fiorentina, dan Torino," ucap Di Natale.