Persiapan tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, menunjukkan progres meyakinkan menjelang bergulirnya Thomas & Uber Cup 2026. Seperti dikutip dari Kompas, Ginting telah mencoba lapangan di Forum Horsens tanpa menemui hambatan teknis yang berarti.
Ginting mampu menemukan ritme permainannya dengan cepat meskipun sesi latihan resmi di arena tersebut berlangsung dalam durasi yang cukup terbatas. Ia merasa proses penyesuaian diri terhadap kondisi lingkungan pertandingan berjalan sangat lancar.
ÔÇ£Sejauh ini sih oke saja semua, tadi juga latihan sudah dapat ritmenya meskipun hanya sedikit waktu,ÔÇØ ujar Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI.
Keyakinan sang atlet didukung oleh pengalamannya berlaga di Benua Eropa, terutama saat ia membela tim Merah Putih pada ajang Piala Sudirman serta Thomas-Uber 2021 silam. Karakter arena di Denmark dinilai sudah cukup familiar baginya.
Ginting mencatat bahwa ukuran venue di Horsens tidak sebesar arena-arena megah yang biasa ditemukan pada turnamen bulu tangkis di kawasan Asia. Hal ini justru memudahkannya dalam beradaptasi lebih awal.
ÔÇ£Karena waktu 2021 juga Sudirman dan Thomas Uber, arenanya tidak begitu besar. Tidak seperti kalau turnamen-turnamen di Asia, jadi ya oke saja semua,ÔÇØ kata dia.
Walaupun adaptasi lapangan berjalan mulus, tim Indonesia tetap menaruh perhatian pada faktor teknis lainnya. Salah satu tantangan utama yang harus segera diatasi adalah laju shuttlecock yang cenderung lebih kencang di arena Horsens.
Situasi tersebut menuntut para pemain untuk ekstra waspada dalam mengontrol tempo permainan serta menjaga akurasi pukulan mereka. Pemain ganda putri, Rachel Allessya Rose, mengonfirmasi kondisi bola yang terasa melaju sangat cepat sejak latihan perdana.
ÔÇ£Hari ini coba lapangan hanya sebentar, tapi langsung terasa bolanya agak kencang. Itu yang harus cepat kami adaptasi,ÔÇØ ujar Rachel.
Di sisi lain, Febi Setianingrum menambahkan bahwa aspek non-teknis seperti hembusan angin dan sistem pencahayaan tidak menjadi masalah bagi tim putri. Kondisi lapangan dinilai normal dan tidak menyilaukan mata saat bertanding.
ÔÇ£Dari lapangan normal, tidak silau dan angin juga tidak terlalu ada,ÔÇØ kata Febi.
Peluang Dukungan Suporter
Venue di Horsens yang memiliki kapasitas sekitar 4.000 penonton diprediksi akan menghadirkan atmosfer yang sangat intens. Ukurannya yang relatif kecil justru berpotensi membuat dukungan dari para suporter Indonesia terasa lebih dekat dan bergemuruh.
Indonesia akan memulai perjuangannya di sektor putra melalui laga-laga sengit di Grup D. Tim Merah Putih dijadwalkan bertanding melawan Aljazair pada 24 April, disusul laga kontra Thailand pada 26 April, dan laga pamungkas grup melawan Prancis pada 28 April.
Kekuatan sektor putra kali ini memadukan pilar senior dan talenta muda berbakat. Jonatan Christie tetap menjadi andalan di sektor tunggal mendampingi Ginting, bersama pemain muda seperti Alwi Farhan serta Mohammad Zaki Ubaidillah.
Sektor ganda putra diperkuat oleh pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebagai motor utama. Tim juga mendapat suntikan tenaga dari pasangan profesional Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani serta duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Sementara itu, tim putri Indonesia akan bersaing di Grup C melawan Taiwan, Kanada, dan Australia. Srikandi Indonesia akan menghadapi Kanada pada laga pembuka 25 April, kemudian melawan Australia pada 26 April, dan Taiwan pada 28 April.