Model cilik Annisa Dalimunthe mewakili Indonesia dalam ajang Bangkok City International Fashion Week 2026 yang berlangsung pada 25 April lalu di Thailand. Sebagaimana dilansir dari Detik Hot, model berusia tujuh tahun tersebut dipercaya menjadi pembuka peragaan busana untuk jenama BENT.
Penampilan Annisa di panggung internasional tersebut menonjolkan gaya yang kuat serta dramatis guna merepresentasikan karakter koleksi busana yang dibawakannya. Selain jenama tersebut, ia juga terpilih untuk memperagakan busana dari Afriluxe, sebuah brand asal Australia yang mengusung unsur budaya Afrika.
Keikutsertaan Annisa dalam ajang ini menjadikannya sebagai satu-satunya model asal Indonesia yang dipilih langsung oleh desainer Australia keturunan Afrika tersebut. Atas kesempatan langka ini, Annisa mengungkapkan rasa syukurnya dapat membawa nama bangsa di kancah global.
"Ini sangat berarti buat aku dan keluarga, karena kerja keras kami terbayar dan bisa membawa nama Indonesia," kata Annisa Dalimunthe.
Selain aktivitas di atas lintasan lari (runway), pelantun lagu Anugerah Terindah ini turut berpartisipasi dalam pementasan tari kelompok Waka Waka. Ia melakukan persiapan matang dengan menjalani latihan intensif guna menguasai gerakan tarian khas Benua Hitam tersebut.
Berbagai pihak memberikan respons positif serta pujian atas performa Annisa yang dinilai memiliki motivasi tinggi untuk terus mengasah kemampuannya. Di sela kesibukan kariernya, ia tetap menekankan pentingnya kepercayaan diri dan pendidikan bagi anak-anak seusianya.
"Jangan takut mencoba, tetap percaya diri, rajin belajar, dan selalu dengarkan kata orang tua," tutur Annisa Dalimunthe.
Meski memiliki jadwal yang padat sebagai model, Annisa berkomitmen untuk terus menjaga prestasi akademiknya di sekolah. Ia menargetkan adanya keseimbangan yang baik antara tanggung jawab pendidikan dan pengembangan karier profesionalnya sejak usia dini.
Rencana ke depan, Annisa Dalimunthe akan merambah dunia musik dengan merilis lagu bertema nasionalisme berjudul Merah Putih Gemilang. Proyek tersebut merupakan karya produser musik Catur yang akan melibatkan kolaborasi bersama penggebuk drum ternama, Ikmal Tobing.