Industri animasi Jepang kehilangan salah satu tokoh besarnya setelah animator sekaligus pengarah seni legendaris dari studio ufotable, Kazuo Ebisawa, dilaporkan meninggal dunia pada 14 April 2026. Kabar duka mengenai wafatnya seniman veteran yang telah berkarier selama lebih dari lima dekade tersebut baru dikonfirmasi secara resmi oleh pihak studio pada 30 April.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, keluarga dan kerabat terdekat telah melaksanakan upacara penghormatan terakhir bagi mendiang pada 20 April. Pihak studio ufotable melalui laman resminya juga menyampaikan pesan khusus terkait prosesi perkabungan seniman yang lahir pada tahun 1953 tersebut.
"Dengan hormat, mendiang Kazuo Ebisawa menolak ucapan belasungkawa, karangan bunga, atau kunjungan," tulis keterangan ufotable di laman resminya, Sabtu (2/5/2026).
Manajemen studio menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Ebisawa yang selama ini menjadi pilar di departemen seni mereka. Kontribusi besarnya telah membantu membesarkan nama ufotable sejak studio tersebut didirikan pada awal medio 2000-an.
"Kami turut berduka cita atas kepergian Ebisawa dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan koleganya, serta mengucapkan terima kasih atas semua kontribusinya kepada industri anime," sambungnya.
Ebisawa mengawali rekam jejaknya di dunia animasi melalui proyek The Secret of Akko-chan pada 1969 sebelum akhirnya terlibat dalam berbagai film ikonis. Sebelum bergabung dengan ufotable, ia telah membangun reputasi melalui karya besar seperti Lupin the 3rd: The Mystery of Mamo, Macross: Do You Remember Love?, hingga Nausicaä of the Valley of the Wind.
Karier kepemimpinannya sebagai pengarah seni dimulai lewat film Cyborg 009: Legend of the Super Galaxy pada 1980, yang kemudian membawanya menjadi sosok kunci dalam produksi Akira tahun 1988. Di tahun-tahun terakhirnya, ia menjabat sebagai kepala departemen seni ufotable dan bertanggung jawab atas visual judul populer seperti Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, Fate/Zero, dan The Garden of Sinners.