Tiket menuju ajang sepak bola internasional Gothia Cup 2026 resmi diamankan oleh Akademi Persib Cimahi (APC). Keberhasilan ini diraih setelah APC keluar sebagai pemenang dalam turnamen Meet The World with SKF 2026 untuk kategori Boys U13.
Dilansir dari Suara, babak final yang berlangsung di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang pada 26 April 2026 menjadi penentu kemenangan mereka. APC berhasil mengalahkan SSB Hasanuddin FC melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2.
Sebelum memasuki babak adu penalti, kedua tim bermain sengit selama 2x15 menit. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap imbang tanpa gol sehingga pemenang harus ditentukan lewat titik putih.
Pencapaian ini menjadi momen spesial bagi tim asuhan pelatih Agi Maluana tersebut. Pasalnya, ini merupakan kali kedua secara beruntun Akademi Persib Cimahi terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di Swedia pada Juli mendatang.
Manajer Akademi Persib Cimahi, Firman Hadillah, menyampaikan rasa syukur atas hasil maksimal yang diraih anak asuhnya dalam seri nasional tersebut. Ia menyebut kesuksesan ini sebagai prestasi back-to-back bagi akademi.
"Alhamdulillah, kamarin seri nasional dan juara, jadi wakili nanti buat di Gothia Cup, jadi back to back," kata Firman pada Senin, 27 April 2026.
Menurut Firman, keberhasilan ini membuktikan bahwa sistem pembinaan di internal APC berjalan efektif. Hal ini terlihat dari komposisi pemain yang diturunkan berbeda dengan skuat yang bertanding pada edisi sebelumnya.
Saat ini para pemain juga tetap menjaga performa dengan mengikuti kompetisi Piala Bandung Utama 2026 yang diselenggarakan PSSI Kota Bandung. Rutinitas kompetisi dinilai membantu menjaga kualitas individu maupun tim.
"Ya kalau secara hasil saya cukup senang, tapi kan berbicara pandangan pembinaan sepak bola, berarti Akademi Persib Cimahi ini melakukan hal-hal yang pernah dilakukan, hal yang positif akan dilakukan terus positif," ucap Firman.
"Hasilnya pun juga istilahnya tetap bisa menjaga kualitasnya dalam membina. Anak-anak juga sedang mengikuti kompetisi pembinaan yang digelar PSSI Kota Bandung," tutur Firman menambahkan.
Terkait masa persiapan, Firman menjelaskan bahwa proses latihan berjalan seperti biasa tanpa ada perlakuan khusus. Namun, ia menekankan pentingnya regenerasi pemain di setiap kelompok usia yang dilakukan secara konsisten.
"Istilahnya persiapan ini berjalan biasa saja, tapi proses sajalah. Ya karena kan setiap kelompok usia kan harus ada generasi ke generasi, yang ini kan beda usia dengan yang kemarin," jelas Firman.
Menghadapi turnamen di Swedia, tim pelatih sudah mengantongi modal berharga dari pengalaman tahun lalu. Gambaran situasi dan kondisi di Eropa menjadi acuan dalam menyusun program latihan intensif menjelang keberangkatan.
"Coach Agi, pasti sudah ada bayangan buat ke Swedia, karena sudah ada pengalaman tahun lalu jadi tahu situasina di sana seperti apa," ujar Firman.