Musisi Ahmad Dhani memberikan edukasi kepada putrinya, Shafeea Ahmad, setelah remaja tersebut menjadi sasaran perundungan siber oleh warganet di media sosial pada Mei 2026. Aksi perundungan ini dipicu oleh unggahan Dhani mengenai konflik masa lalunya dengan Maia Estianty.
Gelombang komentar negatif mulai membanjiri akun Instagram Shafeea setelah Dhani membagikan sejumlah klaim terkait rumah tangga terdahulunya sebelum akunnya diretas pada Rabu (6/5/2026). Dilansir dari Suara, pentolan Dewa 19 tersebut menanggapi situasi ini dengan memberikan pemahaman mengenai keberagaman karakter pengguna internet.
Dhani menjelaskan bahwa dirinya memberikan pengertian secara langsung kepada sang putri untuk menghadapi berbagai macam tipe warganet yang ditemui di dunia maya. Perbedaan latar belakang pendidikan dan etika dinilai menjadi penyebab munculnya komentar-komentar pedas tersebut.
"Saya sih selalu kasih pengertian ya, bahwa netizen itu kan macam-macam. Ada yang punya adab, ada yang enggak punya adab" kata Ahmad Dhani, Musisi.
Pria berusia 53 tahun itu menambahkan bahwa kapasitas pendidikan seseorang sangat memengaruhi cara mereka berkomunikasi di media sosial. Dhani menegaskan posisi keluarganya yang tidak memiliki kendali atas perilaku publik secara luas.
"Ada yang kelas pendidikannya baik, ada yang kelas pendidikannya jelek" ujar Dhani, Musisi.
Keluarga musisi ini memilih untuk memaklumi kondisi masyarakat Indonesia daripada merespons dengan kemarahan. Dhani menyentil tingkat kecerdasan rata-rata masyarakat sebagai alasan di balik maraknya komentar tidak beradab.
"Kita enggak bisa mengubah masyarakat, kita enggak bisa membuat netizen menjadi pintar, kita tidak bisa membuat netizen menjadi punya adab, kita tidak bisa membuat netizen menjadi ber-IQ normal gitu" ucap Dhani, Musisi.
Menurutnya, rendahnya peringkat IQ nasional merupakan faktor yang harus diterima secara lapang dada oleh figur publik yang sering mendapat sorotan. Hal ini menjadi dasar baginya untuk tidak mengambil pusing setiap hujatan yang datang.
"Kan ya seperti kita tahu, Indonesia kan rating-nya agak ke bawah soal IQ, jadi ya kita harus maklum" kata Dhani, Musisi.
Sebagai bentuk dukungan moral, Dhani mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp agar putrinya tetap teguh dan mengabaikan opini negatif. Pesan tersebut dimaksudkan agar Shafeea dapat membacanya kembali saat membutuhkan penguatan mental.
"Ini kemarin saya WA ke Shafeea. 'Kamu tahu Ayah barusan jumpa pers, (menunjukkan) semua kebenaran untuk yang IQ-nya kelas di atas 90. Jadi kebenaran itu hanya untuk IQ kelas di atas 90'" ucap Dhani, Musisi.
Dalam komunikasi tersebut, Dhani menekankan pentingnya ketahanan diri di tengah tekanan publik. Ia menggunakan istilah bahasa Inggris untuk menggambarkan bahwa setiap kesulitan akan membentuk pribadi yang lebih kuat.
"Kamu enggak usah peduli sama yang dungu. What doesn't kill you make you stronger'" ujar Dhani, Musisi.
Dhani merefleksikan pengalamannya sendiri yang telah menghadapi upaya pembunuhan karakter selama dua dekade di industri hiburan. Baginya, tekanan opini publik selama 20 tahun terakhir justru membuatnya semakin tangguh.
"Seperti kita tahulah sejak 20 tahun yang lalu kan karakter saya berusaha dibunuh terus kan, dan saya enggak mati-mati. Akhirnya menjadi saya lebih kuat gitu" kata Dhani, Musisi.
Meskipun tindakannya kerap memicu kontroversi dan berdampak pada anggota keluarganya, suami Mulan Jameela ini menyatakan tidak akan berhenti menyuarakan fakta versinya. Dhani menegaskan komitmennya untuk terus berbicara kepada publik tanpa rasa gentar.
"Ya pokoknya saya akan meneriakkan sesuatu fakta terus gitu. Enggak apa-apa sampai kapan aja" tutur Dhani, Musisi.