Ahmad Dhani Ungkap Alasan Perceraian dengan Maia Estianty

Ahmad Dhani Ungkap Alasan Perceraian dengan Maia Estianty
Foto: Ilustrasi Ahmad Dhani Ungkap Alasan Perceraian dengan Maia Estianty.

Musisi Ahmad Dhani kembali membicarakan alasan di balik keretakan rumah tangganya dengan mantan istri, Maia Estianty, dalam sebuah pertemuan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Dhani mengklaim bahwa keputusan berpisah tersebut didasari oleh dugaan perselingkuhan.

Pengakuan tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Dhani merinci lini masa perpisahan mereka. Dilansir dari Suara, kasus perceraian pasangan musisi ini memang pernah menjadi perhatian besar masyarakat pada tahun 2006 silam.

"Bulan Desember tahun 2006. Jadi karena, karena Maia selingkuh, saya ceraikan dia," tutur Ahmad Dhani saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Selasa, 5 Mei 2026.

Pernyataan tersebut memicu diskusi publik mengenai hukum Islam terhadap pasangan yang melakukan perselingkuhan. Terkait isu ini, ulama Buya Yahya memberikan penjelasan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV mengenai sikap yang seharusnya diambil dalam rumah tangga.

Menurut Buya Yahya, perceraian tidak selalu menjadi langkah pertama yang harus diambil ketika pasangan melakukan kesalahan besar. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi pasangan untuk bertaubat jika memang terdapat penyesalan yang mendalam.

"Kalau ada tanda-tanda penyesalan, tentu yang terbaik adalah membantu pasangan tersebut. Namun, jika tidak, maka jalan terbaik adalah berpisah secara baik-baik," ujar Buya Yahya.

Berdasarkan kajian fikih dari laman Konsultasi Syariah, hukum Islam tidak mewajibkan suami untuk langsung menceraikan istri yang berselingkuh. Namun, perpisahan diperbolehkan apabila tindakan tersebut dilakukan berulang kali dan dianggap membawa dampak buruk atau mudarat bagi keberlangsungan keluarga.

Islam mengedepankan penyelesaian masalah rumah tangga melalui musyawarah dan kebijaksanaan. Pertimbangan utama dalam mengambil keputusan bercerai sebaiknya didasarkan pada kemaslahatan bersama, termasuk dampaknya terhadap anak-anak, guna menghindari kerusakan yang lebih besar dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi