Musisi Ahmad Dhani mengungkapkan keinginannya agar anak pertama pasangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise lahir pada Jumat Kliwon karena nilai istimewa hari tersebut dalam tradisi Jawa. Namun, harapan itu tidak terwujud lantaran proses persalinan berlangsung hingga hari Minggu (10/5/2026).
Keinginan tersebut didasari oleh keyakinan Dhani terhadap keunikan weton yang serupa dengan hari kelahirannya sendiri. Sebagaimana dilansir dari Lifestyle, penantian proses kelahiran tersebut sempat diprediksi akan jatuh pada hari yang diharapkan sang kakek.
"Dari bukaan satu cukup lama, ya. Makanya saya berharap Jumat Kliwon, ternyata lebih. Saya pikir bisa Jumat Kliwon," kata Dhani saat ditemui Kompas.com Hype di JWCC, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
Dhani menjelaskan bahwa rencana tersebut tidak terlaksana karena Alyssa Daguise memilih untuk menjalani proses persalinan secara alami. Upaya untuk menentukan hari kelahiran melalui prosedur medis tidak dilakukan demi kenyamanan ibu sang bayi.
"Alyssa enggak mau diinduksi. Kalau saya sih maunya diinduksi biar Jumat Kliwon," ujar Ahmad Dhani.
Pendiri grup band Dewa 19 ini menegaskan kembali alasannya mengincar hari tersebut sebagai waktu kelahiran cucu pertamanya. Ia memandang Jumat Kliwon memiliki kedudukan yang sangat baik dalam perhitungan penanggalan tradisional.
"Iya, Jumat Kliwon kan bagus. Itu weton istimewa itu. Sama kayak weton saya," tambah Ahmad Dhani.
Menanggapi fenomena tersebut, pakar weton dari Clinic Clenic, Nala, menjelaskan bahwa signifikansi Jumat Kliwon berakar pada sistem pembacaan siklus waktu masyarakat Jawa kuno. Weton dipandang sebagai penanda momen kehadiran manusia di dunia.
ÔÇ£Weton itu artinya keluaran, jadi sebenarnya penanda waktu ketika bayi lahir,ÔÇØ ujar Nala saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Menurut pemaparan Nala, alasan spesifik di balik keistimewaan hari tersebut berkaitan dengan titik temu dalam sistem kalender. Hal ini yang membuat sebagian masyarakat memberikan perhatian lebih dibandingkan hari-hari lainnya.
ÔÇ£Jumat itu dianggap pusat, Kliwon juga dianggap pusat. Karena itu Jumat Kliwon mendapatkan pengkhususan,ÔÇØ katanya.
Meskipun demikian, Nala memberikan pemahaman tambahan bahwa setiap hari sebenarnya memiliki karakter unik masing-masing. Tradisi Jawa melihat keteraturan alam melalui kekhasan setiap tanggal kelahiran.
ÔÇ£Setiap hari bagi orang Jawa itu ada pengkhususan tertentu, ada kekhasannya masing-masing,ÔÇØ ujar dia.
Nala turut meluruskan persepsi publik mengenai asal-usul perhitungan weton yang sering dikaitkan dengan hal-hal supranatural. Ia menegaskan bahwa sistem ini memiliki dasar pengamatan terhadap fenomena langit.
ÔÇ£Perhitungan itu sebenarnya sangat sains karena berkaitan dengan kosmik kecil. Jadi, cara orang Jawa menghitung hari di masa lampau itu berdasarkan peredaran benda-benda langit,ÔÇØ jelasnya.
Penjelasan tersebut ditujukan untuk memberikan perspektif baru bahwa tradisi ini bukan sekadar urusan mistis. Perhitungan hari lahir merupakan bagian dari pengetahuan astronomi tradisional yang masih dijaga hingga saat ini.
ÔÇ£Jadi weton tidak selalu berurusan dengan klenik,ÔÇØ kata Nala.