Produser Agung Saputra resmi mengumumkan jadwal penayangan film drama keluarga terbarunya berjudul Jangan Buang Ibu yang akan mulai menghiasi layar bioskop pada Kamis, 25 Juni 2026. Karya ini menyoroti fenomena sosial mengenai renggangnya hubungan emosional antara anak dan orang tua akibat kesibukan materi.
Produksi terbaru ini melibatkan deretan aktor papan atas seperti Amanda Manopo, Nirina Zubir, Refal Hady, hingga Fadly Faisal. Dilansir dari Suara, film ini berupaya memberikan perspektif berbeda di tengah tren film horor yang saat ini sedang mendominasi pasar sinema nasional.
"(Film) Indonesia sekarang jadi tuan rumah di negeri sendiri, dan drama salah satu yang disukai beberapa tahun ini," kata Agung Saputra, produser film Jangan Buang Ibu.
Keyakinan sang produser berangkat dari kesuksesan karya sebelumnya yang berhasil menjaring jutaan penonton di bioskop. Rekam jejak tersebut menjadi landasan optimisme bahwa tema keluarga masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat Indonesia.
"Film kita sebelumnya kan 3,9 juta penonton, Bila Esok Ibu Tiada. Setelah itu banyak sekali film bertema keluarga," terang Agung Saputra, produser film Jangan Buang Ibu.
Meskipun kembali mengusung tema keluarga, Agung menegaskan terdapat perbedaan mendasar pada naskah film ini. Cerita yang diangkat fokus pada konflik batin individu yang sudah memiliki kemandirian finansial namun mengabaikan kehadiran orang tua secara psikologis.
"Ini beda banget, lebih dalam lagi. Cerita kegelisahan kita yang sudah bekerja, berumah tangga, banyak sekali yang nggak punya waktu buat orangtua," terang Agung Saputra, produser film Jangan Buang Ibu.
Narasi dalam film ini juga menyentuh aspek materi yang sering dijadikan tolak ukur tunggal dalam berbakti kepada orang tua. Padahal, kebutuhan utama orang tua di masa tua sering kali hanyalah interaksi sederhana dengan anak-anak mereka.
"kita pikir hanya dengan ngasih uang aja cukup, ternyata itu nggak," imbuh Agung Saputra, produser film Jangan Buang Ibu.
Melalui film ini, penonton diajak melihat realita bahwa perhatian sekecil apa pun sangat berarti bagi seorang ibu. Komunikasi rutin dinilai jauh lebih berharga daripada sekadar pemberian uang tanpa adanya kehangatan hubungan.
"Ibu tetap butuh perhatian, butuh dipahami, butuh dikabari," kata Agung Saputra, produser film Jangan Buang Ibu.
Faktor gaya hidup di kota besar dan beban tanggung jawab keluarga baru turut menjadi poin penting yang dibahas dalam alur cerita. Produser menekankan bagaimana rutinitas harian sering kali membuat seseorang secara tidak sengaja melupakan sosok yang menunggu di rumah.
"Tapi dengan kesibukan kita mencari uang, mengurus keluarga, kita sering lupa ada orang tua yang menunggu di rumah," kata Agung Saputra, produser film Jangan Buang Ibu.